Connect With Us

Begini Kondisi Iwa K Setelah ditetapkan tersangka

Denny Bagus Irawan | Senin, 1 Mei 2017 | 14:00

Kapolres Bandara Soekarno Hatta, Kombes Pol Arif Rahman, memberikan keterangan terkait kasus Iwa K yang membawa ganja ke Bandara, Senin (1/5/2017). (@TangerangNews2017 / Rangga A Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Konidisi Rapper yang lahir di Bandung pada 25 Oktober 1970, yakni  Iwa K seusai ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (1/5/2017) siang oleh aparat Polres Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, masih seperti sedia kala ketika pertama kali ditangkap.

"Kondisi (Iwa K) baik-baik saja. Dari Pihak keluarga sudah ada yang jenguk," tutur Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Arif Rachman kepada wartawan di Bandara Soekarno-Hatta. 

Dia membenarkan, jika sang manajer Iwa K yang berinisial B  justru tidak mengkonsumsi ganja. "Hanya dia satu, dia (Iwa K) saja. Kami telah mendapatkan barang bukti dari tindak pidana yang dilakukan. Pembuktiannya sangat diperlukan 1,48 gram ganja," tutur Kapolres.    

Iwa K

Ditanya soal kemungkinan Iwa K direhabilitasi, Kapolres membenarkan, hal itu dapat ditempuh oleh pihak keluarga. "Namun, itu yang menyetujui bukan kami. tapi dari BNN. Bisa saja, tetapi bukan kami yang menyetujui," terangnya.

Sedangkan soal si pemasok ganja, yakni Y. Kapolres mengatakan, pihaknya sedang terus melakukan pengejaran kepada pelaku.

"Kami masih terus melakukan penyelidikan," tuntasnya.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill