Catat Tanggalnya, Festival Cisadane 2026 Digelar 22-26 Juli
Senin, 8 Juni 2026 | 05:11
Festival Cisadane 2026 kembali masuk dalam agenda budaya tahunan Kota Tangerang dan akan berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com –Untuk terus meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa, pengelola Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II kini telah mengoperasikan tiga unit bus model lower deck untuk layanan shuttle bus gratis di Bandara itu.
Lower deck dipilih agar penumpang tak perlu lagi repot mengangkat barang bawannya seperti menggunakan bus biasa saat ini yang tinggi saat menaikinya.
"Kita tambah armada shuttle bus, jadi low deck. Jadi kayak bus yang biasa antar kita kalau mau naik pesawat," kata Manager Humas PT Angkasa Pura II Yado Yarismano kepada TangerangNews.com, Senin (29/5/2017).

Yado mengungkapkan, secara bertahap, pihaknya akan mengganti semua shuttle bus dengan model lower deck tersebut. Adapun secara keseluruhan, terdapat total 15 unit shuttle bus yang berkeliling tiap-tiap terminal mengantar penumpang yang ingin berpindah tempat.
"Karena kenapa pakai lower deck, harapannya penumpang bisa lebih nyaman. Enggak perlu angkat bagasi berat-berat lagi kalau naik shuttle, enggak harus naik tangga dulu. Dan buat disabilitas juga membantu," tutur Yado.

Selain memperbarui layanan shuttle bus, pihaknya juga tengah mengejar operasional skytrain yang fungsinya sama dengan shuttle bus. Nantinya, penumpang bisa punya pilihan layanan jika ingin pindah ke terminal lain, apakah menggunakan shuttle bus atau skytrain.
Festival Cisadane 2026 kembali masuk dalam agenda budaya tahunan Kota Tangerang dan akan berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juli 2026.
TODAY TAGKini wajah Situ Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, berubah total. Situ seluas 22 hektar ini dulunya dikenal sebagai area terbengkalai. Ilalang tinggi, semak liar, hingga kesan menyeramkan pernah melekat di kawasan tersebut.
Wasir atau hemoroid masih menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami masyarakat, namun banyak penderitanya memilih menunda pemeriksaan karena rasa malu dan anggapan bahwa kondisi tersebut merupakan masalah yang tabu untuk dibicarakan
Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews