Fenomena Sarjana Pengangguran
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:50
Lagu lama berulang kembali, pengangguran dari gelar sarjana semakin banyak. Realitasnya gelar sarjana ternyata bukan jaminan seseorang akan terhindar dari ancaman pengangguran.
TANGERANGNEWS.com –Untuk terus meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa, pengelola Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II kini telah mengoperasikan tiga unit bus model lower deck untuk layanan shuttle bus gratis di Bandara itu.
Lower deck dipilih agar penumpang tak perlu lagi repot mengangkat barang bawannya seperti menggunakan bus biasa saat ini yang tinggi saat menaikinya.
"Kita tambah armada shuttle bus, jadi low deck. Jadi kayak bus yang biasa antar kita kalau mau naik pesawat," kata Manager Humas PT Angkasa Pura II Yado Yarismano kepada TangerangNews.com, Senin (29/5/2017).

Yado mengungkapkan, secara bertahap, pihaknya akan mengganti semua shuttle bus dengan model lower deck tersebut. Adapun secara keseluruhan, terdapat total 15 unit shuttle bus yang berkeliling tiap-tiap terminal mengantar penumpang yang ingin berpindah tempat.
"Karena kenapa pakai lower deck, harapannya penumpang bisa lebih nyaman. Enggak perlu angkat bagasi berat-berat lagi kalau naik shuttle, enggak harus naik tangga dulu. Dan buat disabilitas juga membantu," tutur Yado.

Selain memperbarui layanan shuttle bus, pihaknya juga tengah mengejar operasional skytrain yang fungsinya sama dengan shuttle bus. Nantinya, penumpang bisa punya pilihan layanan jika ingin pindah ke terminal lain, apakah menggunakan shuttle bus atau skytrain.
Lagu lama berulang kembali, pengangguran dari gelar sarjana semakin banyak. Realitasnya gelar sarjana ternyata bukan jaminan seseorang akan terhindar dari ancaman pengangguran.
TODAY TAGPolisi yang terlibat kericuhan pada saat turnamen Pekan Olahraga antar Pegawai (POP) yang mempertemukan tim dari Polresta Tangerang dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) tak dikenai sanksi.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews