Connect With Us

PLN dan Pengelola Soetta Investigasi Pemadaman

| Sabtu, 7 Agustus 2010 | 12:48

Dirut PT Angkasa Pura II Tri S Sunoto (tangerangnews / dira)


TANGERANGNEWS-PT PLN Persero dan pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) sepakat melakukan kerjasama untuk melakukan investigasi penyebab down-nya aliran listrik di bandara itu pada Jumat (6/8) lalu. Sebab, buntut dari adanya kedipan listrik selama 1,7 detik tersebut telah mengakibatkan 62 jadwal penerbangan delay, hingga merugikan penumpang transportasi udara itu.
 
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko mengatakan, Menteri Negara dan BUMN telah memanggil para direksi antar kedua belah pihak, yakni PLN dan PT Angkasa Pura II. " Ini menunjukan betapa seriusnya peristiwa kemarin. Saat ini kita duduk bersama-sama PLN. memecahkan masalah ini. Baik untuk jangka pendek dan menengah," ujar Tri Sunoko, hari ini di kantor pusat PT Angkasa Pura II, yang terletak di perkantoran Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
 
Demi untuk meningkatkan pelayanan jasa penerbangan. Pihaknya, kata dia, sedang mencari solusi penyebab kedipan listrik yang mengakibatkan, sejumlah fasilitas di bandara tersebut lumpuh. "Kita akan melakukan audit dan investigasi bersama-sama secara menyeluruh," katanya.
 
Invetigasi dilakukan mulai kemarin hingga tiga hari mendatang. Dia mengatakan, pihaknya mengetahui masalah utama dibidang kelistrikan ini sangatlah penting. Untuk itu pihaknya menggandeng PT PLN untuk bersama-sama menyelesaikannya. “Ini menyangkut hajat hidup pelayanan, anjloknya sistem komputerisasi baik pada check-in dan mesin x-ray memang menjadi persoalan,” katanya.
 
Dia juga mengatakan, masalah yang terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini kemungkinan bisa juga terjadi di bandara lain. Guna mengantisipasinya, PT Angkasa Pura II dan PT PLN telah berkomitmen agar tidak terjadi lagi permasalahan yang sama. Selain itu, dia juga mengatakan, untuk mencegah penumpukan penumpang. Pihaknya dalam waktu tiga bulan akan melakukan redistribusi penumpang. “Jadi kami akan melakukan penyebaran penumpang, agar tidak bertumpu pada satu terminal saja, melainkan menyebar ke setiap terminal,” katanya. (dira)

BISNIS
Incar Pasar Properti Tangerang, Mitra Besi Baja Ekspansi ke Serpong

Incar Pasar Properti Tangerang, Mitra Besi Baja Ekspansi ke Serpong

Jumat, 6 Februari 2026 | 16:35

Jaringan ritel material konstruksi di bawah naungan PT Mitra Baja Cemerlang (MBC), Mitra Besi Baja (MBB) resmi membuka cabang keduanya di Serpong, Kota Tangerang Selatan.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

TANGSEL
Tanggapi Isu Truk Sampah di Bogor, Pemkot Tangsel: Bukan Milik Kami

Tanggapi Isu Truk Sampah di Bogor, Pemkot Tangsel: Bukan Milik Kami

Sabtu, 7 Februari 2026 | 21:37

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) angkat bicara terkait video viral di media sosial yang memperlihatkan aktivitas armada pengangkut sampah di wilayah Bogor, Jawa Barat.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill