Andra Soni Dorong Pengusaha Muda Manfaatkan Peluang dari Program MBG
Kamis, 7 Mei 2026 | 16:16
Gubernur Banten Andra Soni mendorong para pengusaha muda untuk menangkap peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
TANGERANGNEWS.com-Terkait viralnya video bocah SD yang disebut Suku Baduy kebal disuntik vaksin, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten langsung melakukan penelusuran.
Ati Pramudji Hastuti, Kepala Dinkes Banten menyatakan pihaknya masih menelusuri lokasi vaksinasi bocah yang ada di video.
Pasalnya program vaksinasi pada bocah yang diklaim warga baduy tersebut bukan dari Dinkes Banten.
"Kami Dinkes Provinsi Banten juga sudah berkoordinasi dengan Kadinkes Lebak dimana jawabannya bahwa bukan Dinkes Lebak dan juga puskesmas yang di Baduy. Kami masih telusuri," katanya seperti dilansir dari CNNIndonesia, Minggu 6 Maret 2022.
Penelusuran dilakukan karena tim Dinkes provinsi Banten untuk saat ini belum turun membantu program vaksinasi pada anak-anak usia 6 hingga 12 tahun, sehingga mereka tidak mengetahui lokasi vaksin tersebut.
Sebelumnya, viral beredar video seorang anak laki-laki diklaim warga Baduy yang tengah menerima vaksin. Saat petugas mencoba memberikan vaksin, petugas kesulitan menusukkan jarum karena anak tersebut disebut dibekali ilmu kebal.
"Dinas kesehatan provinsi Banten kesulitan saat suntik vaksin pada anak-anak suku badui luar karena banyak anak-anak yang dibekali ilmu kebal oleh kedua orang tua nya," demikian narasi dalam unggahan video yang diunggah pada Sabtu 5 Maret 2022.
Gubernur Banten Andra Soni mendorong para pengusaha muda untuk menangkap peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
TODAY TAGModus penyelundupan satwa liar kian nekat. Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Banten bekerja sama dengan Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan belasan satwa hidup asal Thailand di Terminal 2 Bandara
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews