3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026
Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36
Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
TANGERANGNEWS.com-Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Banten, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho memberikan sejumlah imbauan.
Menurutnya, pihak panitia event yang akan diselenggarakan pada 20 November 2022 tersebut, akan segera mengajukan izin kepada Polda Metro Jaya terkait penyelenggaraan.
Zain memastikan penonton yang hadir cukup banyak dan mengimbau kepada panitia untuk menggelar acara pembukaan dilakukan pada sore hari.
"Supaya lebih mudah untuk pengamanannya," jelasnya, Senin, 7 November 2022.
Diharapkan pada setiap kontingen maupun tim cabang olahraga, untuk tidak melakukan pengerahan massa, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
BACA JUGA: Tiga Hari Pawai Obor Porprov VI Banten Kelilingi Delapan Daerah, Ini Rutenya
"Kita sedang berkomunikasi dengan kasatpol PP untuk mengecek lokasi dan penempatan personel pengamanan di masing-masing venue," ungkapnya.
Zain memastikan akan mengerahkan personel untuk mengamankan di setiap venue.
"Apabila membutuhkan bawah kendali operasi (BKO) baik dari satuan Polda atau Polres lainnya, TNI dan Satpol PP, serta akan berkoordinasi dengan pihak security hotel dan pihak pengamanan yang bertanggung jawab porprov," pungkasnya.
Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
TODAY TAGKiblat modest fashion bagi generasi muda kini semakin berkembang dinamis. Menjawab tingginya antusiasme pasar muslimah di wilayah Tangerang dan sekitarnya, brand fesyen syar'i asal Bandung, Jamise Syari, resmi melebarkan sayapnya
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang kini mengebut sejumlah proyek strategis, salah satunya rencana pembangunan tiga fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) baru, pada tahun 2026.
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews