Connect With Us

Tutup Semester Pertama 2024, PLN Banten Nyalakan Daya PT Lautan Baja Indonesia

Fahrul Dwi Putra | Senin, 1 Juli 2024 | 17:45

PT PLN UID Banten nyalakan daya untuk PT Lautan Baja Indonesia di Serang, Banten. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten menutup semester pertama tahun 2024 dengan menyalakan daya (energize) PT Lautan Baja Indonesia, yaknip elanggan industri dengan kebutuhan 60.000.000 VA (volt-ampere). 

Seperti diketahui, PT Lautan Baja Indonesia adalah perusahaan manufaktur pengolahan baja yang terletak di Kabupaten Serang. 

Dengan pabrik meliputi area seluas 100 hektare, perusahaan ini berpotensi membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, diharapkan juga mampu memenuhi permintaan baja baik domestik maupun internasional, termasuk memasok baja ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

General Manager PLN UID Banten Abdul Mukhlis menjelaskan, penyalaan daya dilakukan melalui inovasi trafo mobile 2x30 MVA (megavolt-ampere) yang berhasil bertegangan di sisi PLN. 

Menurutnya, langkah ini bertujuan mempercepat penyalaan pelanggan agar dapat segera beroperasi dan berproduksi.

"Kami dapat melakukan penyalaan tanpa ada kendala pada Minggu, 30 Juni 2024 kemarin. Ini merupakan pelanggan industri kesekian yang berhasil kami lakukan penyalaan energi di tahun ini," ujarnya, Senin 1 Juli 2024.

Abdul Mukhlis juga menyampaikan, kegiatan ini merupakan langkah konkret PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten. 

PLN, kata dia, akan terus mendekati pelanggan industri lainnya, baik yang sudah beroperasi maupun yang hendak berinvestasi di Banten, untuk memastikan pasokan listrik yang andal dan cukup.

"Pelaku industri berfokus saja terhadap pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas produksinya, urusan pasokan energi (listrik) serahkan kepada PLN," tutup Abdul Mukhlis.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

OPINI
Menimbang Insentif Tambahan bagi Guru Sekolah Gratis di Banten

Menimbang Insentif Tambahan bagi Guru Sekolah Gratis di Banten

Selasa, 7 Juli 2026 | 18:46

Program sekolah gratis pada dasarnya bertujuan meringankan beban masyarakat. Akan tetapi, pelaksanaannya melibatkan berbagai sekolah dengan kondisi yang sangat beragam.

NASIONAL
Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Senin, 6 Juli 2026 | 12:59

Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill