2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi
Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TANGERANGNEWS.com- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten menutup semester pertama tahun 2024 dengan menyalakan daya (energize) PT Lautan Baja Indonesia, yaknip elanggan industri dengan kebutuhan 60.000.000 VA (volt-ampere).
Seperti diketahui, PT Lautan Baja Indonesia adalah perusahaan manufaktur pengolahan baja yang terletak di Kabupaten Serang.
Dengan pabrik meliputi area seluas 100 hektare, perusahaan ini berpotensi membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, diharapkan juga mampu memenuhi permintaan baja baik domestik maupun internasional, termasuk memasok baja ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
General Manager PLN UID Banten Abdul Mukhlis menjelaskan, penyalaan daya dilakukan melalui inovasi trafo mobile 2x30 MVA (megavolt-ampere) yang berhasil bertegangan di sisi PLN.

Menurutnya, langkah ini bertujuan mempercepat penyalaan pelanggan agar dapat segera beroperasi dan berproduksi.
"Kami dapat melakukan penyalaan tanpa ada kendala pada Minggu, 30 Juni 2024 kemarin. Ini merupakan pelanggan industri kesekian yang berhasil kami lakukan penyalaan energi di tahun ini," ujarnya, Senin 1 Juli 2024.
Abdul Mukhlis juga menyampaikan, kegiatan ini merupakan langkah konkret PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten.
PLN, kata dia, akan terus mendekati pelanggan industri lainnya, baik yang sudah beroperasi maupun yang hendak berinvestasi di Banten, untuk memastikan pasokan listrik yang andal dan cukup.
"Pelaku industri berfokus saja terhadap pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas produksinya, urusan pasokan energi (listrik) serahkan kepada PLN," tutup Abdul Mukhlis.
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TODAY TAGIHSG kembali dibuka dalam tekanan berat pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan langsung anjlok 4,31% ke level 4.961,87 atau turun 223 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews