Connect With Us

Dukung Energi Ramah Lingkungan dan Kurangi Emisi Karbon, PT Indah Kiat Beralih ke Listrik PLN

Fahrul Dwi Putra | Senin, 11 November 2024 | 10:22

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) resmi beralih sepenuhnya menggunakan pasokan listrik dari PLN UID Banten. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) memutuskan untuk menghentikan operasional pembangkit listrik internal (captive power) dan sepenuhnya beralih ke pasokan listrik dari PLN.

Hal ini pun disambut baik oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten, sebagai bentuk komitmen perusahaan menghadirkan penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Langkah ini juga selaras dengan upaya global untuk mengurangi emisi karbon dan menciptakan masa depan yang lebih hijau.

PT IKPP, sebagai salah satu produsen terkemuka di sektor pulp, kertas budaya, kertas industri, hingga tisu, kini berfokus pada penggunaan listrik dari PLN karena dinilai lebih berkelanjutan dan andal. 

"PLN sebagai penyedia tenaga listrik nasional memiliki komitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dengan menyediakan energi listrik yang andal dan ramah lingkungan khususnya untuk sektor industri," ujar General Manager PLN UID Banten Moch. Andy Adchaminoerdin atau akrab disapa Andy Acha.

Andy menambahkan, PLN melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banten Utara dan UP3 Serpong akan terus memastikan pasokan listrik yang stabil bagi PT IKPP. 

"Semoga lebih banyak lagi perusahaan sektor industri di wilayah Propinsi Banten ini yang menyerahkan urusan kelistrikannya kepada PLN," harapnya.

Senada dengan itu, Wakil Direktur PT IKPP yang juga menjabat sebagai Direktur Serang Mills Heppy Moiras mengungkapkan, langkah beralih ke PLN adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan dan efisiensi operasional.

Menurut Heppy, kerja sama PT IKPP dengan PLN sebetulnya sudah terjalin lama dan sejauh ini masih sangat memuaskan. 

"Kami juga optimis dengan keandalan listrik yang lebih ramah lingkungan kami juga mampu meningkatkan efisiensi dan memperbesar kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar," ungkapnya.

Lebih jauh, Heppy berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain di sektor industri untuk memanfaatkan pasokan listrik sepenuhnya dari PLN.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

NASIONAL
Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Senin, 6 Juli 2026 | 12:59

Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill