Andra Soni Wanti-wanti ASN Dilarang Titip Siswa di SPMB SMA/SMK Negeri 2026
Selasa, 5 Mei 2026 | 14:48
Gubernur Banten Andra Soni secara tegas melarang keras praktik titip-menitip siswa dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri.
TANGERANGNEWS.com- PLN UID Banten kembali meluncurkan 12 program unggulan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan (SDGs) di berbagai wilayah Provinsi Banten.
Program ini meliputi dalam bidang pendidikan, pengurangan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi inklusif, dan perlindungan lingkungan.
Tak hanya itu, program-program ini mencakup sektor strategis seperti pendidikan, pemberdayaan UMKM, dan pengembangan desa berdaya.
Salah satunya adalah Generasi Bersinar, yang tidak hanya fokus pada pembinaan olahraga seperti sepak bola dan voli, tetapi juga membangun karakter generasi muda.
Program ini juga mendukung SDGs nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas dengan memberikan akses pembinaan kepada anak-anak.
Untuk siswa berkebutuhan khusus, PLN meluncurkan program Inklusi Ramah Berteknologi yang memberikan pendidikan inklusif, termasuk pelatihan tambahan bagi guru. Hal ini selaras dengan SDGs nomor 10, yaitu Mengurangi Ketimpangan, dengan memastikan kelompok rentan mendapatkan perhatian.
Di bidang lingkungan, PLN menggandeng Universitas Pamulang untuk mengolah limbah baterai kendaraan listrik menjadi alat bantu nelayan seperti Fish Attracting Light (FAL). Inovasi ini mendukung SDGs nomor 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDGs nomor 14 tentang Ekosistem Lautan.
Dalam sektor ekonomi, PLN menggerakkan program seperti Agrosejahtera dan Kampung Gula Semut, yang memberikan pelatihan dan pendampingan pemasaran kepada petani dan pengrajin lokal. Program ini mendukung SDGs nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Selain itu, HUB UMKM PLN hadir sebagai pusat pelatihan terintegrasi bagi pelaku UMKM, memberikan akses pelatihan, legalitas usaha, dan pengembangan produk. Program ini selaras dengan SDGs nomor 1 tentang Tanpa Kemiskinan, membantu masyarakat mencapai kemandirian ekonomi.
Adapun komitmen PLN terhadap desa berdaya diwujudkan melalui inisiatif seperti Desa Berdaya Agrowisata Kopi, yang mempromosikan kopi khas Gunung Karang sebagai daya tarik wisata, dan Desa Berdaya Budidaya Lele, yang mendukung pengembangan usaha perikanan masyarakat. Kedua program ini mendukung SDGs nomor 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan.
General Manager PLN UID Banten Moch. Andy Adchaminoerdin alias Andy Acha mengatakan, program-program ini dihadirkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Banten.
Menurutnya, integrasi SDGs dalam program-program ini menjadi strategi penting untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
“Alhamdulillah, program ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kolaborasi yang baik dapat menciptakan dampak berkelanjutan,” ujar Andy.
"PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia energi listrik, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan," tegasnya.
Pengelola HUB UMKM PLN, Edhy Surbakti, menambahkan, UMKM memiliki peranan penting untuk menggerakkan sektor ekonomi lokal.
"Melalui pelatihan, pendampingan, dan akses pasar, kami berharap UMKM binaan dapat berkembang lebih jauh. Kami percaya, UMKM yang kuat akan menjadi pilar penting dalam mendorong ekonomi lokal," katanya.
Gubernur Banten Andra Soni secara tegas melarang keras praktik titip-menitip siswa dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri.
TODAY TAGPlatform gim sandbox Roblox menerapkan sistem verifikasi usia bagi penggunanya di Indonesia. Hal ini lantaran menyesuaikan dengan PP Nomor 17 Tahun 2025 yang mengatur tata kelola sistem elektronik dalam pelindungan anak.
Kantor Regional I PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airports) menyatakan kesiapan penuh untuk melayani keberangkatan jemaah haji tahun 1447H/2026.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews