Lansia di Pondok Aren Ditikam Tetangga saat Lagi Asuh Cucu
Senin, 4 Mei 2026 | 10:45
Peristiwa mencekam terjadi di Jalan Jombang Raya, Gang Buntu, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Minggu 3 Mei 2026 siang.
TANGERANGNEWS.com-Para pedagang yang menggelar lapak di sekitaran Pondok Pesantren Istiqlaliyyah Cilongok, Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang merasa terbantu dengan acara Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani ke-64.
Meskipun acara haul akan digelar dua hari lagi, yakni Minggu, 6 November 2022, pedagang yang berjualan di sana dagangannya sudah cukup laris.
“Alhamdulillah, dengan adanya momen ini berkah bagi saya," ujar Ahmad Sarnubi, pedagang pakaian muslim, Jumat, 4 November 2022.
Pria asal Tanjung Pasir ini mengaku sebagai alumni Pesantren Al Istiqlaliyyah. Bersama teman-temannya, dia menjalankan bisnis pakaian, meski sudah lulus pesantren.
Baca juga: Ini Rincian Agenda Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani di Pasar Kemis Tangerang
Lapaknya terpajang kaos, kopiah, dan jaket hasil desain dan karya mereka sendiri yang harganya cukup terjangkau, mulai dari Rp50 ribu sampai Rp100 ribu.
Sementara Thamrin, pedagang parfum yang berasal dari Serang mengungkapkan, sejak 2006 Thamrin berjualan di area masjid.
Keluarga pesantren memberi izin gratis untuk masyarakat yang berdagang. “Parfum dari harga Rp5 ribu sampai Rp10 ribu tergantung pesanan. Saya pengajian sambil cari rezeki,” ungkapnya.
Peristiwa mencekam terjadi di Jalan Jombang Raya, Gang Buntu, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Minggu 3 Mei 2026 siang.
TODAY TAGMahasiswa Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMPN 7 Kota Tangerang Selatan, Rabu 29 April 2026.
Gubernur Banten Andra Soni berkomitmen menyelesaikan persoalan percaloan rekrutmen tenaga kerja. Ia berjanji menindak tegas praktik tersebut karena sudah menjadi janji kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di Banten.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews