Connect With Us

Lagi Viral, Ini 5 Fakta Latto-latto yang Ternyata Dilarang di Amerika Serikat

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 30 Desember 2022 | 18:21

Ilustrasi mainan latto-latto. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Permainan Latto-latto saat ini tengah viral dimainkan anak-anak di beberapa wilayah di Indonesia termasuk Tangerang.

Cara memainkannya dengan membenturkan dua buah bola yang diikat pada seutas tali. Pada bagian tengah tali, tersedia lubang untuk memasukkan jari agar bola kedua bola dapat diayunkan ini mengeluarkan bunyi 'tek-tek-tek' yang khas.

Fenomenan Latto-latto ini tak hanya dimainkan oleh anak-anak, bahkan oleh kalangan dewasa yang penasaran pun ikut memainkannya hingga sempat dijadikan perlombaan oleh apakah di Tangerang.

Berikut beberapa fakta menarik tentang permainan Latto-latto yang ternyata dilarang beberapa negara seperti dilansir dari akurat.co, Jumat 30 Desember 2022:

 

1. Populer sejak tahun 1960-an

Latto-latto sudah populer sejak tahun 1960-an hingga 1970-an dengan sebutan clackers. Awalnya bola pada permainan ini berbahan dasar kaca. Karena tidak aman, pada awal 1970-an, produsen permainan ini mengubahnya menjadi bola plastik.

 

2. Dilarang di beberapa negara

Menurut The New York Times, pada tahun 1971, Badan Pengawasan Makanan dan Obat-obatan (FDA) Amerika Serikat mengeluarkan peringatan kepada masyarakat terkait permainan 'clackers' atau latto-latto.

Pasalnya bola plastik permaian tersebut beberapa kali pecah menjadi serpihan tajam dan melukai dua anak dan dua orang dewasa. Hingga kemudian, FDA melarang peredaran latto-latto di Amerika Serikat (AS).

Selain AS, mainan ini juga dilarang di Mesir. Alasannya, latto-latto atau clackers dianggap sebagai propaganda politik untuk menghina Presiden Mesir kala itu, Abdel Fattah al-Sisi.

 

3. Arti kata 'latto-latto'

Apabila di luar negeri permainan ini dikenal dengan clackers, Indonesia menyebut permainan tradisional ini sebagai 'latto-latto'.

Ternyata, ada makna di balik kata tersebut. Latto-latto diambil dari bahasa Bugis Makassar yang berarti bunyi benturan. Seperti yang diketahui, mainan ini menghasilkan bunyi khas ketika dimainkan dengan cara digoyang ke atas-bawah.

 

4. Mirip senjata berburu para Gaucho

Jika dilihat sekilas, tampaknya latto-latto memiliki bentuk yang tidak jauh beda dengan senjata berburu para Gaucho (koboi) Amerika Selatan, Bolas.

Bolas adalah sejenis senjata lempar dengan bentuk mirip latto-latto namun berukuran lebih besar. Senjata itu digunakan untuk menangkap hewan dengan cara menjerat kakinya.

 

5. Diperlombakan di banyak daerah

Beberapa daerah di Indonesia menggelar kompetisi bagi anak-anak untuk mengisi waktu luang selama liburan akhir tahun, seperti yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Kelurahan Nusa Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Selain itu, latto-latto juga diperlombakan di Soppeng, Sulawesi Selatan berlangsung hingga 4 jam lamanya, sampai-sampai membuat penonton tertidur.

Itulah beberapa fakta menarik permainan Latto-latto yang lagi viral di kalangan anak-anak.

KAB. TANGERANG
Mandiri, Warga RW 026 Bojong Nangka Bangun Ruang Sekretariat Karang Taruna Secara Swadaya

Mandiri, Warga RW 026 Bojong Nangka Bangun Ruang Sekretariat Karang Taruna Secara Swadaya

Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:51

Warga RW 026, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, menunjukkan aksi nyata dalam mendukung kegiatan positif generasi muda mereka.

TEKNO
Antisipasi Lonjakan Trafik, Telkomsel Uji Jaringan di Jalur KRL Rawabuntu–Rangkasbitung

Antisipasi Lonjakan Trafik, Telkomsel Uji Jaringan di Jalur KRL Rawabuntu–Rangkasbitung

Senin, 25 Mei 2026 | 15:08

Telkomsel secara khusus melakukan pengujian dan optimalisasi jaringan di jalur KRL Commuter Line Rawabuntu, Kota Tangerang Selatan hingga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

KOTA TANGERANG
Perkuat Pendidikan Inklusif, Pemkot Tangerang Luncurkan Aplikasi CISADANE

Perkuat Pendidikan Inklusif, Pemkot Tangerang Luncurkan Aplikasi CISADANE

Senin, 25 Mei 2026 | 14:44

Pemerintah Kota Tangerang meluncurkan aplikasi CISADANE (Central Informasi Sistem Administrasi Data Edukasi Inklusif) sebagai upaya memperkuat layanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).

TOKOH
Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:56

Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill