Connect With Us

Kenapa Pria Jadi Lebih Manja saat Demam Dibanding Wanita, Ini Penjelasannya

Fahrul Dwi Putra | Senin, 6 Mei 2024 | 10:27

Ilustrasi demam (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Dalam perdebatan mengenai perbedaan kekuatan antara jenis kelamin, istilah "man flu" sering dibahas. 

Ini mengacu pada teori populer bahwa pria cenderung merasa lebih sakit ketika terinfeksi virus, sementara wanita cenderung tetap aktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari mereka.

Bukti ilmiah untuk mendukung klaim ini masih belum pasti, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa respon kekebalan tubuh pria dan wanita berbeda terhadap virus. 

Penelitian terbaru yang diterbitkan oleh jurnal Brain, Behavior and Immunity, pada tikus menambahkan bukti lebih lanjut pada hal ini, menunjukkan bahwa tikus jantan lebih rentan terhadap penyakit tertentu daripada tikus betina, menunjukkan bahwa faktor fisiologis mungkin berperan dalam perbedaan ini.

Studi ini mengungkapkan bahwa tikus jantan dewasa menunjukkan gejala sakit yang lebih parah ketika terpapar bakteri penyebab penyakit mirip flu, dibandingkan dengan tikus betina. 

Mereka juga mengalami fluktuasi suhu tubuh yang lebih tinggi, demam, dan peradangan lebih banyak, serta membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama.

Meskipun penelitian pada hewan eksperimental perlu diinterpretasikan dengan hati-hati, hasil ini menimbulkan pertanyaan menarik mengenai perbedaan kekebalan antara pria dan wanita. 

Penelitian pada sel manusia juga menunjukkan bahwa sel-sel kekebalan pria memiliki respons yang lebih tinggi terhadap patogen tertentu, yang mungkin berkontribusi pada perasaan sakit yang lebih parah.

Melansir dari Time Magazine, Bbberapa penelitian juga menyarankan bahwa hormon seks seperti testosteron dan estrogen dapat memengaruhi respons kekebalan tubuh, meskipun hubungan ini belum sepenuhnya dipahami. 

Teori lain mengajukan bahwa perbedaan dalam perilaku pengambilan risiko antara pria dan wanita juga dapat mempengaruhi kekuatan kekebalan tubuh.

Namun demikian, norma budaya dan kebiasaan juga dapat berperan dalam perbedaan ini, seperti kecenderungan pria untuk kurang rajin mencuci tangan dan berkonsultasi dengan dokter secara teratur. Oleh karena itu, kemungkinan bahwa perbedaan dalam kekuatan kekebalan antara pria dan wanita adalah hasil dari kombinasi berbagai faktor yang berbeda.

SPORT
Paramount Petals Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Curug 

Paramount Petals Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Curug 

Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:13

Perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Curug tahun ini tidak hanya diwarnai kegiatan seremonial. Tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet muda melalui gelaran Paramount Petals Cup 2026.

KOTA TANGERANG
Sempat Kejar-kejaran, Polisi Tangkap 14 Pelajar Mau Tawuran Beserta Celurit 1,5 Meter di Karawaci

Sempat Kejar-kejaran, Polisi Tangkap 14 Pelajar Mau Tawuran Beserta Celurit 1,5 Meter di Karawaci

Senin, 17 Agustus 2026 | 19:19

Tim Presisi Sat Samapta Polres Metro Tangerang Kota mengamankan 14 orang pelajar di bawah umur yang diduga hendak melakukan aksi tawuran di wilayah Karawaci, Kota Tangerang.

BISNIS
JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:23

Selama pameran berlangsung, JETOUR berhasil membukukan total 1.038 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dari seluruh lini SUV yang ditawarkan kepada konsumen Indonesia.

OPINI
Meritokrasi Tanpa Jiwa

Meritokrasi Tanpa Jiwa

Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33

Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill