Pengangguran Anak Muda Tembus 17 Persen, Upah Stagnan Bikin Gen Z Tunda Menikah dan Beli Rumah
Sabtu, 7 November 2026 | 15:43
Tingkat pengangguran anak muda di Indonesia perlu menjadi perhatian serius dalam menyambut momentum bonus demografi.
TANGERANGNEWS.com- Dalam perdebatan mengenai perbedaan kekuatan antara jenis kelamin, istilah "man flu" sering dibahas.
Ini mengacu pada teori populer bahwa pria cenderung merasa lebih sakit ketika terinfeksi virus, sementara wanita cenderung tetap aktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari mereka.
Bukti ilmiah untuk mendukung klaim ini masih belum pasti, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa respon kekebalan tubuh pria dan wanita berbeda terhadap virus.
Penelitian terbaru yang diterbitkan oleh jurnal Brain, Behavior and Immunity, pada tikus menambahkan bukti lebih lanjut pada hal ini, menunjukkan bahwa tikus jantan lebih rentan terhadap penyakit tertentu daripada tikus betina, menunjukkan bahwa faktor fisiologis mungkin berperan dalam perbedaan ini.
Studi ini mengungkapkan bahwa tikus jantan dewasa menunjukkan gejala sakit yang lebih parah ketika terpapar bakteri penyebab penyakit mirip flu, dibandingkan dengan tikus betina.
Mereka juga mengalami fluktuasi suhu tubuh yang lebih tinggi, demam, dan peradangan lebih banyak, serta membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama.
Meskipun penelitian pada hewan eksperimental perlu diinterpretasikan dengan hati-hati, hasil ini menimbulkan pertanyaan menarik mengenai perbedaan kekebalan antara pria dan wanita.
Penelitian pada sel manusia juga menunjukkan bahwa sel-sel kekebalan pria memiliki respons yang lebih tinggi terhadap patogen tertentu, yang mungkin berkontribusi pada perasaan sakit yang lebih parah.
Melansir dari Time Magazine, Bbberapa penelitian juga menyarankan bahwa hormon seks seperti testosteron dan estrogen dapat memengaruhi respons kekebalan tubuh, meskipun hubungan ini belum sepenuhnya dipahami.
Teori lain mengajukan bahwa perbedaan dalam perilaku pengambilan risiko antara pria dan wanita juga dapat mempengaruhi kekuatan kekebalan tubuh.
Namun demikian, norma budaya dan kebiasaan juga dapat berperan dalam perbedaan ini, seperti kecenderungan pria untuk kurang rajin mencuci tangan dan berkonsultasi dengan dokter secara teratur. Oleh karena itu, kemungkinan bahwa perbedaan dalam kekuatan kekebalan antara pria dan wanita adalah hasil dari kombinasi berbagai faktor yang berbeda.
Tingkat pengangguran anak muda di Indonesia perlu menjadi perhatian serius dalam menyambut momentum bonus demografi.
TODAY TAGMenteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung langkah pencegahan banjir dan penanganan pendangkalan di kawasan Kali Perancis, Kota Tangerang
Nyeri lutut ketika menaiki tangga atau panggul yang terasa sakit saat berjalan kerap dianggap sebagai keluhan biasa, terutama pada orang yang mulai memasuki usia lanjut.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews