80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Darurat Judi Online
Kamis, 14 Mei 2026 | 23:05
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat hampir 200 ribu anak telah terpapar judi online, termasuk sekitar 80 ribu anak yang masih berusia di bawah 10 tahun.
TANGERANGNEWS.com- Grup musik Guyon Waton dan NDX AKA batal tampil dalam gelaran Lentera Festival di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Minggu, 23 Juni 2024.
Keduanya batal tampil usai pihak panitia Lentera Festival diduga tidak menyelesaikan administrasi yang diperlukan.
Hal itu terlihat dalam surat penyataan yang diunggah akun resmi @lentera.festival dengan ketua pelaksana atas nama Muhammad Dian Permana.
Awalnya, pihak Lentera Festival akan menyanggupi penyelesaian kewajiban administrasi dengan batas waktu pukul 18.00 WIB.
Namun, hingga waktu yang ditentukan pihak panitia diduga belum menyelesaikan administrasi tersebut. Padahal, Guyon Waton dan NDX AKA sudah berada di Tangerang dan sempat melakukan cek sound.
"Jika kami Lentera Festival tidak dapat melaksanakan kewajiban (administrasi) tersebut maka NDX AKA dan Guyon Waton berhak tidak tampil di event Lentera Festival," demikian tulis surat pernyataan panitia pelaksana.
Untuk itu, Guyon Waton telah memutuskan untuk tidak jadi tampil dalam event yang digelar di Lapangan Sepak Bola Pasar Kemis itu.
"Dengan sangat berat hati kami batal manggung di acara lenterafest. Mohon maaf teman-teman semua," demikian tulis Guyon Waton dalam akun Instagram resminya.

Batalnya acara manggung NDX AKA dan Guyon Waton sontak menuai amarah dari para penonton yang merasa kecewa.
Bahkan, dalam video yang diterima TangerangNews.com, panggung Lentera Festival sampai dibakar diduga oleh penonton yang tersulut emosi.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat hampir 200 ribu anak telah terpapar judi online, termasuk sekitar 80 ribu anak yang masih berusia di bawah 10 tahun.
TODAY TAGHelita, asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Pemkot Tangsel, langsung menjadi primadona baru sejak dirilis.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews