Connect With Us

Empat Perampok Toko Emas di Kosambi Tewas Didor!!!!

Rangga Agung Zuliansyah | Sabtu, 29 Agustus 2009 | 22:49

Ilustrasi Perampokan (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

TANGERANGNEWS.com-Polres Jakarta Barat menembak mati empat pelaku perampokan toko emas di wilayah Jakarta– Bogor–Depok–Tangerang–Bekasi (Jabodetabek) di sejumlah lokasi berbeda,Kamis (27/8) malam. Terakhir mereka berhasil merampok di Toko Emas Liong, Kosambi Timur, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Mereka yang tewas ditembak yakni Sidik, 34, selaku ketua komplotan, Brusli alias Busri,46,Purwanto, 32, dan Marjo alias Bejo, 36.Polisi juga berhasil menangkap dua tersangka lainnya Iwan Setiawan alias Acil,38,dan Edy Suwito alias Sarip, 40. Para pelaku dibekuk di beberapa tempat berbeda di antaranya TB Simatupang Jakarta Selatan, Klender Jakarta Timur, serta Puri Nirmala Kembangan, Jakarta Barat.

Dari tangan mereka polisi menyita tas berisi 19 butir peluru kaliber 38 dan 2 butir peluru kaliber 22 dengan uang tunai Rp25 juta,serta sebuah sepeda motor Honda Supra X bernopol B 6657 KNQ. Wakapolres Jakarta Barat AKBP Yazid Fanani mengatakan, para pelaku memang sudah lama menjadi target operasi karena kerap beraksi dan tidak segan-segan melukai korbannya. ”Mereka sudah menjadi target kami karena dinilai sudah sangat meresahkan,” katanya.

Penangkapan terhadap komplotan residivis ini pengembangan dari kasus perampokan di Toko Emas Family 2 di Pesing, Kebon Jeruk, Jakarta Barat beberapa waktu lalu yang diotaki Sidik. Selanjutnya polisi berhasil menangkap Edy Suwito dan Iwan Setiawan yang baru saja turun dari taksi. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menyita uang tunai Rp25 juta hasil kejahatan.

”Dari keduanya, polisi mendapatkan identitas pelaku lainnya bernama Purwanto yang biasa nongkrong di kawasan Klender, Jakarta Timur,” ujarnya. Mendapat informasi itu, polisi melakukan pengejaran.

Namun, saat akan ditangkap, Purwanto langsung menembaki petugas. ”Saat ini kami masih mengejar dua tersangka lainnya yang belum tertangkap,”tandasnya. Dalam catatan polisi, para pelaku sudah ratusan kali beraksi sejak 2006. Aksi-aksi mereka di antaranya empat kali aksi perampokan di wilayah Kembangan, tujuh kali di Kebon Jeruk,dan dua kali di Cengkareng,Jakarta Barat. Satu kali di wilayah selatan dan dua kali di Bekasi.

Dua perampokan terakhir pada 21 Agustus lalu di Toko Emas Family 2, Jalan Pesing Koneng, RT01/02 No 18 Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dan 26 Agustus di Toko Emas Liong Desa Kosambi, Tangerang. ”Kami masih menyelidiki dari mana asal senjata api berikut amunisinya,”tandasnya. (RAZ)

OPINI
Menambal Lubang Jalan dengan Batu, Menambal Tanggung Jawab Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Baliho “Hati-Hati Jalan Berlubang"

Menambal Lubang Jalan dengan Batu, Menambal Tanggung Jawab Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Baliho “Hati-Hati Jalan Berlubang"

Senin, 2 Februari 2026 | 20:43

Di Kabupaten Tangerang, lubang jalan bukan lagi anomali. Ia telah menjadi pola. Ia hadir bukan sebagai kecelakaan kebijakan, melainkan sebagai hasil dari pembiaran yang sistematis.

BANTEN
Tekanan Keuangan Jadi Alasan Pabrik Baja PT Krakatau Osaka Steel di Cilegon Hentikan Operasi

Tekanan Keuangan Jadi Alasan Pabrik Baja PT Krakatau Osaka Steel di Cilegon Hentikan Operasi

Kamis, 5 Februari 2026 | 12:43

Aktivitas produksi PT Krakatau Osaka Steel di Kawasan Industri Krakatau, Cilegon, resmi terhenti. Perusahaan baja hasil kerja sama antara Osaka Steel Co, Ltd. dari Jepang dan PT Krakatau Steel (Persero) itu memutuskan menutup pabriknya

TEKNO
Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 20:28

Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill