Connect With Us

427 PSK di Dadap Tangerang Sudah Minta Bantuan Mensos

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 14 Maret 2016 | 18:05

Para wanita penghibur di Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang. (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews.com)

 

 

TANGERANG-Sebanyak 427 wanita pekerja seks komersil di lokalisasi Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, meminta bantuan kepada Kementerian Sosial terkait solusi atas penggusuran oleh Pemkab Tangerang.

 

Kasubdit Tuna Susila dan Orang dengan HIV AIDS Kemensos Dewi Rani mengatakan, pihaknya telah menerima proposal dari perwakilan PSK Dadap terkait pemberian bantuan.

 

“Dalam proposal itu tercatat ada 427 PSK. Kita siap memberikan bantuan berupa pemulangan ke daerah asal maupun menampung di Panti Sosial dan memberikan pembinaan,” katanya saat Rapat Koordinasi Dalam Rangka Sosialisasi Penanganan Lokalisasi Dadap Kecamatan Kosambi, di Gedung Pertemuan 9 Saudara, Jalan Raya Perancis, Senin (14/3/2016).

 

Dewi mengatakan, para PSK tersebut bisa memilih apakah ingin dipulangkan atau ditampung di Panti Sosial Pasar Rebo. Jika ingin dipulangkan, pihaknya siap membiayai transport sampai daerah asal. “Tapi kalau ingin ditampung, kita akan berikan pelatihan keterampilan selama 6 bulan, lalu diberi modal usaha,” jelasnya.

 

Menurut Dewi, pihaknya akan melakukan verifikasi data terlebih dahulu para PSK tersebut untuk mencatat besar dana bantuan yang dibutuhkan. Dana tersebut berupa hibah dari Kemensos.

“Kita akan minta datanya dari Pemkab Tangerang untuk memastikan mereka PSK atau bukan, jangan sampai yang nggak jelas masuk data itu,” katanya.

 

Pihaknya sendiri mendukung penggusuran lokalisasi Dadap oleh Pemkab Tangerang. Kemensos memang memiliki program Indonesai bebas lokalisasi dari tahun 2015 hingga 2019. KAena itu Kemensos siap membantu pemerintah daerah dalam menyelesaikan masalah tersebut.

 

“Dari 168 lokalisasi yang ada di seluruh Indonesia. kita sudah berhasil menutup 68 lokalisasi, sebagian besar di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Diharapkan 2019 bisa selesai,” ujar Dewi.

 

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

TEKNO
Coway Indonesia Debut di IndoBuildTech 2026, Kenalkan Pemurni Air Slim Stand Terbaru

Coway Indonesia Debut di IndoBuildTech 2026, Kenalkan Pemurni Air Slim Stand Terbaru

Selasa, 7 Juli 2026 | 11:09

PT Coway International Indonesia resmi memperkenalkan Slim Stand, produk pemurni air standing terbaru, dalam debutnya di ajang IndoBuildTech (IBT) 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang.

NASIONAL
Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Senin, 6 Juli 2026 | 12:59

Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

KOTA TANGERANG
Modus Gerebek Narkoba, Komplotan Polisi Gadungan Gasak Motor Warga di Kontrakan Tangerang

Modus Gerebek Narkoba, Komplotan Polisi Gadungan Gasak Motor Warga di Kontrakan Tangerang

Senin, 6 Juli 2026 | 22:01

Tim Opsnal Polsek Jatiuwung Polres Metro Tangerang Kota mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan dan pemerasan yang dilakukan komplotan polisi gadungan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill