Connect With Us

Soal Ganti Rugi, Bupati Tangerang Minta Warga Dadap Tahu Diri

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 14 Maret 2016 | 15:55

Rapat koordinasi dan sosialisasi penanganan lokalisasi Dadap di Dadap, Kosambi, Senin (14/3) (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews.com)

 

TANGERANG- Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar meminta warga Dadap, Kecamatan Kosambi, yang terkena gusuran normalisasi Kali Perancis agar tahu diri. Hal itu dikatakannya ketika menanggapi permintaan warga soal ganti rugi bangunan dan relokasi ke rumah susun saat Rapat Koordinasi Dalam Rangka Sosialisasi Penanganan Lokalisasi Dadap Kecamatan Kosambi, di Gedung Pertemuan 9 Saudara, Jalan Raya Perancis, Senin (14/3/2016).

 

“Warga akan direlokasi ke rusunawa dan gratis. Rusun ini untuk tiap satu kepala keluarga, dan jika punya anak yang belum bekerja. Kalau anaknya sudah kerja ya harusnya tahu diri. Jangan punya anak 10, minta rusun satu-satu, kebangetan itu mah,” katanya.

 

Selain itu, kata Zaki, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga tidak akan memberikan ganti rugi bangunan. Pasalnya bangunan tersebut illegal karrna berada di lahan milik pemerintah. “Kalau minta menggantian atuh kira-kira, masak sudah dapat rusunawa minta diganti juga bangunannya. Itu dobel namanya,” kata Zaki.

 

Menurut Zaki, pihaknya sudah memberikan solusi dengan merelokasi warga ke Rusun dan dibebaskan dari bayar sewa alias gratis. Hal ini merupakan ganti untung, karena warga mendapat tempat tinggal yang lebih bagus dari bangunan lama. “Justru untung, tadinya rumahnya triplek dan bedeng, jadi bangunan utuh,” jelasnya.

 

Namun warga yang akan direlokasi akan didata terlebih dahulu. Pendataan akan dilakukan oleh pertugas Pemkab Tangerang mulai Selas (15/3/2016) besok. Karrna itu, warga diminta memberikan data yang valid. “Besok kalau tim turun, kasih datanya. Harus data yang benar, asli dan terpercaya. Setelah pendataan kita tutup, tidak ada pendataan lagi,” tukas Zaki.

 

Salah satu warga, Junaedi, mengaku tidak puas dengan jawaban Bupati. Pria yang berprofesi sebagai nelayan ini minta adanya uang penggantian bangunan yang nantinya akan digunakan untuk menyewa tempat tinggal sementara dan sebagai modal usaha. “Yah percuma kalau cuma disuruh pindah ke rusun. Nanti kita kerja gimana, enggak punya rumah dan enggak ada modal,” katanya.

 

TANGSEL
Urai Kemacetan Rawa Buntu Tangsel, Rekayasa Lalu Lintas Titik U-Turn Baru Diuji Coba 3 Hari

Urai Kemacetan Rawa Buntu Tangsel, Rekayasa Lalu Lintas Titik U-Turn Baru Diuji Coba 3 Hari

Senin, 28 September 2026 | 19:58

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Kepolisian melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong, selama tiga hari, 28-30 September 2026.

BISNIS
Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta

Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta

Jumat, 25 September 2026 | 22:29

Pakons Prime Hotel Tangerang menggelar Showcase Wedding selama dua hari selama tanggal 25 hingga 26 September 2026.

TEKNO
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Jumat, 25 September 2026 | 21:19

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026

NASIONAL
Soroti Relasi Kuasa Dugaan Pelecehan Seksual di Satpol PP Tangerang, Ombudsman Desak Usut Transparan

Soroti Relasi Kuasa Dugaan Pelecehan Seksual di Satpol PP Tangerang, Ombudsman Desak Usut Transparan

Minggu, 27 September 2026 | 20:40

Ombudsman Republik Indonesia (RI) menyoroti dugaan kasus pelecehan seksual oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang Ana Supriyatna yang dinilai terdapat relasi kuasa di dalamnya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill