Connect With Us

PSK Berharap Dadap Tangerang Tak Digusur

Denny Bagus Irawan | Kamis, 3 Maret 2016 | 17:27

Salah satu kafe di Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang dari dalam. (Dira Derby / TangerangNews.com)


TANGERANG- Sejumlah perempuan pekerja seks di lokalisasi Dadap mengakui dirinya mengetahui soal rencana penggusuran pada akhir Mei 2016 mendatang. Mereka juga tahu tanah di sana adalah tanah negara, sehingga jika digusur kemudian, mereka tidak akan mempermasalahkan hal itu.

“Ini kan tanah ilegal, ya. Kalau digusur ya sudah, mau gimana lagi. Kan ada undang-undangnya,” kata salah satu pekerja seks, Vivi.

Sedangkan Tifanny seorang pekerja seks lainnya yang sebelumnya bekerja sebagai buruh pabrik menyesalkan hal tersebut karena dia baru saja bekerja di sana selama lima hari.


“Jangan lah, kalau bisa mah. Nanti saya harus cari pindahan lagi, enggak tahu mau pindah ke mana,” tutur Tifanny.

Awas Diketok Harga

Meski menempati lokalisasi yang dikatakan kelas teri, namun bagia anda yang berkatong cekak harus hati-hati. Pasalnya, bisa dikatakan harga minuman dan makanan tak jelas.

 “Untuk bir putih Rp35 ribu, sedangkan bir hitam Rp40 ribu,” ujar Tifannya.

Tetapi setelah kami memesan lima botol, kami harus membayar Rp525.000. Menurut sang kasir, itu karena ada jeruk tiga buah, kacang yang terlihat hanya sekitar 25 biji, dan tisu yang isinya berkisar sekitar 100 lembar.

BISNIS
IHSG Anjlok 4,31 Persen, Indonesia Terancam Jadi Setara Zimbabwe

IHSG Anjlok 4,31 Persen, Indonesia Terancam Jadi Setara Zimbabwe

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:37

IHSG kembali dibuka dalam tekanan berat pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan langsung anjlok 4,31% ke level 4.961,87 atau turun 223 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. 

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

KAB. TANGERANG
15 Tahun Tak Tertangani, Bupati Tangerang Janji Tuntaskan Banjir di Perumahan Taman Walet

15 Tahun Tak Tertangani, Bupati Tangerang Janji Tuntaskan Banjir di Perumahan Taman Walet

Senin, 19 Oktober 2026 | 20:40

Persoalan banjir yang membayangi warga Perumahan Taman Walet, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang selama belasan tahun akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah setempat,

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill