Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane
Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:49
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TANGERANG-Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar adukan persoalan lokalisasi Dadap yang ada di sisi laut wilayah Kabupaten Tangerang kepada Menteri Kementrian Sosial Khofifah Indar Parawansa.
Zaki mendatangi Mesos dan bertemu di ruang Kerja Kementrian Sosial RI Jakarta Pusat. Selasa (01/03).
Kepada Mensos Zaki mengatakan, lokalisasi Dadap di Kecamatan Kosambi kini semakin meningkat, dikarenakan para pekerja seks komersial (PSK) berdatangan setiap seminggu dua kali dari berbagai macam daerah melalui transportasi bus.
Tidak menutup kemungkinan dampak pembongkaran lokalisasi di Kalijodo mempengaruhi lokalisasi Dadap semakin bertambah.
"Untuk itu saya akan segera menutup lokalisasi d Dadap Kecamatan Kosambi pada akhir bulan Mei bertepatan menjelang bulan suci Ramadhan,” terangnya.
Kedatangan Zaki bertujuan agar Pemerintah Pusat khususnya Kementrian Sosial membantu berupa bantuan panti sosial untuk para PSK.
“Bantuan anggaran kerohiman dan bantuan untuk penempatan rumah penduduk setempat yang terkena pembongkaran,” katanya.
Seedagkan, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, lokasi tempat berkumpulnya para pekerja seks komersial, perjudian, dan minuman keras sangat meresahkan warga.
Lokalisasi tersebut sudah marak di Indonesia, dan semakin meningkat dikarenakan melalui jejaring media sosial dan organisasi terselubung di dalamnya.
"Saya yakin Bupati Tangerang bisa melakukan pembongkaran lokalisasi tersebut, kami akan membantu dan mendukung dalam pembongkaran tersebut serta untuk realokasi para PSK secara bertahap bisa ditempatkan di PSKW ( Panti Sosial Karya Wanita) di Pasar Rebo Jakarta Pusat," ucapnya.
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TODAY TAGWakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi menyoroti serius kasus dugaan pencemaran Sungai Cisadane akibat kebakaran gudang pestisida di kawasan pergudangan Taman Tekno, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.
Di tengah dinamika industri hospitality, F&B, otomotif, hingga pengembangan bisnis yang semakin kompetitif, JHL Group menegaskan standar kinerja baru melalui gelaran JHL Award 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews