Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange
Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
TANGERANG - Polres Metro Tangerang telah menetapkan tiga laki-laki sebagai tersangka pembunuh Enno yang ditemukan tewas di dalam kamar mes PT Polyta Global Mandiri, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Jumat (13/5/2016) lalu. Mereka adalah Rahmat,15, R ,20, dan IP ,24. Ketiganya masih merupakan kenalan dari Enno .
"Ketiga tersangka sudah mengakui perbuatannya. Sebelum membunuh korban dengan sadis, mereka memperkosanya secara bergantian," kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Ajun Komisaris Besar Sutarmo, Senin (16/5/2016).
Temuan polisi tentang dugaan pemerkosaan sebelum adanya pengakuan dari para tersangka adalah dari banyaknya sperma di kamar Enno.
Tiga tersangka itu juga telah menjelaskan bagaimana detail mereka melakukan hal tersebut kepada Enno dalam pra-rekonstruksi yang dilakukan Polres Metro Tangerang dan Polda Metro Jaya, baru-baru ini.
Adapun peran para tersangka, yakni Rahnat, disebut adalah pacar korban. Rahmat dan Enno baru saling kenal kurang lebih satu bulan yang lalu.
Polisi masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut dengan memeriksa ketiga tersangka secara intensif.
Menurut pengakuan sementara para tersangka, mereka saling bantu untuk membunuh Enno hingga menancapkan gagang pacul seluruhnya ke salah satu bagian tubuh Enno.
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
TODAY TAGSat Lantas Polres Metro Tangerang Kota menerapkan rekayasa lalu lintas selama beberapa hari ke depan seiring dengan penggunaan lokasi tersebut sebagai salah satu titik syuting film internasional terbaru yang dibintangi Lisa BLACKPINK
Pemerintah Provinsi Banten turut membantu mengatasi sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dengan mulai mendistribusikan fasilitas Toren Pupuk Organik Cair (POC) dan sistem Biogas.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews