Bocah Perempuan di Cipondoh Diduga Diperkosa Usai Dicekoki Miras, Polisi Buru Pelaku
Senin, 4 Mei 2026 | 21:19
Jagat media sosial dihebohkan dugaan pemerkosaan yang menimpa seorang bocah perempuan berinisial D di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang.
TANGERANGNews.com-Empat pelaku pemerkosaan dan pencabulan terhadap anak dibawah umur dibekuk aparat Polsek Balaraja, Kabupaten Tangerang. Keempat pelaku masing-masing berinisial SA, 24, AW, 21, RD, 20, dan KD, 13.
Peristiwa itu berawal saat korban yang namanya disamarkan yakni Bunga, 14, sedang mencari anjing peliharaan yang kabur dari rumahnya, pada Selasa (11/10/2016). Tanpa sadar, ternyata korban sudah jauh dari rumah.
Lalu saat berada di Kampung Bunar Nyimas Melati, Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang korban bertemu dengan tersangka SA yang melintas menggunakan sepeda motor.
“Melihat korban sendirian, SA langsung menarik korban dan membawanya kabur menuju rumah temannya, AW di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang,” kata Kapolsek Balaraja, Kompol Wiwin Setiawan, Senin (17/10/2016).
Saat diperjalanan, tepatnya di Desa Bunar, SA yang merupakan sopir kontainer ini sempat membawa korban ke semak-semak dan menyetubuhinya sebanyak satu kali.
Kemudian, setelah bertemu AW, kedua tersangka membawa korban dengan menggunakan mobil kontainer bernopol BK-8622-BE ke ke ke kampung Bandan, Jakarta Utara.
“Selama empat hari korban diajak berputar-putar di daerah Tanjung Priuk, Pelabuhan dan Jembatan Tiga. Selama itu, korban sempat disetubuhi empat kali oleh SA, yakni sekali di dalam kontainer dan tiga kali di daerah Bandan. AW juga ikut melakukan pelecehan seksual,” kata Wiwin.
Jagat media sosial dihebohkan dugaan pemerkosaan yang menimpa seorang bocah perempuan berinisial D di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang.
TODAY TAGDalam rangka menyambut Bulan Autisme Sedunia, VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bekerja sama dengan Matalesoge HospitABLElity Academy menggelar pameran seni bertajuk “You See Me and I Feel You”, yang berlangsung pada 24 April
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Muhammad Hidayat menyebut Work From Home (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya tidak begitu memberikan dampak pada efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews