Connect With Us

Ini Lima Desa Rawan Konflik di Pilkades Serentak Tangerang

Mohamad Romli | Selasa, 25 Juli 2017 | 13:30

Kabag Ops Polresta Tangerang, Kompol Jarkasih, Selasa (25/7/2017). (@TangerangNews2017 / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Polresta Tangerang melakukan pemetaan sementara desa yang rawan konflik dalam penyelenggaran Pilkades serentak pada 27 Agustus 2017 mendatang.

Kabag Ops Polresta Tangerang, Kompol Jarkasih mengatakan ada lima desa dari pemetaan sementara yang masuk kategori rawan konflik. Diantaranya Desa Pekayon dan Kosambi di Kecamatan Kosambi, Desa Tegal Kunir di Kecamatan Mauk dan Desa Pasir Nangka di Kecamatan Tigaraksa dan Desa Cijeruk di Kecamatan Mekarbaru.

"Kelima desa tersebut adalah bagian dari 12 desa yang akan menggelar pilkades serentak di wilayah hukum Polresta Tangerang," jelasnya usai Rapat Koordinasi Pengamanan Pilkades Serentak tahun 2017 di Kabupaten Tangerang di Mapolresta Tangerang, Selasa (25/7/2017).

Dilima desa tersebut, Polresta Tangerang akan memberlakukan perlakuan khusus dengan menerjunkan personel lebih banyak dibanding desa lainnya.

"Untuk lima desa tersebut kami akan menerjunkan 100 personel, sementara desa lainnya 80 personel," katanya.

Dalam pengamanan pilkades tersebut, akan diterjunkan 1687 personel gabungan dari Polresta Tangerang, personel TNI Kodim 0506 dan Satpol PP Kabupaten Tangerang.

"Personel tersebut akan mulai diterjunkan satu minggu sebelum pelaksanaan pilkades," tandasnya.(RAZ)

BANTEN
16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:15

Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill