Connect With Us

Bersihkan Pohon Tumbang, Warga Sukadiri Tangerang Dikagetkan Ular Sanca Tiga Meter

Tim TangerangNews.com | Kamis, 9 Desember 2021 | 09:00

Warga Kampung Begog di Desa Pekayon, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, menangkap ular sanca kembang. (@TangerangNews / Antara)

TANGERANGNEWS.com-Warga Kampung Begog di Desa Pekayon, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten, menangkap ular sanca kembang sepanjang sekitar tiga meter yang berkeliaran di sekitar jalan raya.

Usman, 45, warga setempat menuturkan bahwa dia melihat ular sanca kembang itu saat sedang membersihkan batang pohon yang tumbang dari jalan raya pada Selasa malam 7 Desember 2021.

"Lagi bersihkan pohon tumbang, tiba-tiba kaget lihat dedaunan gerak-gerak. Pas dilihat ular sanca kembang," kata Usman di Tangerang, Rabu 8 Desember 2021, dikutip dari Antara.

Usman kemudian meminta bantuan temannya untuk menangkap ular sanca kembang itu menggunakan peralatan yang ada.

"Sekira tiga meteran ularnya. Tadi dibawa sama Sekdes ke Pos Pol PP Kecamatan Sukadiri," ujar Usman.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Sukadiri Hendi Hendrayana mengatakan bahwa ular sanca kembang itu selanjutnya akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

"Nanti diserahkan ke BKSDA," ucap dia.

BISNIS
Mau Jualan saat Ramadan 2027? Simak Perubahan Kebiasaan Belanja Konsumen Mulai dari 10 Hari Pertama Puasa

Mau Jualan saat Ramadan 2027? Simak Perubahan Kebiasaan Belanja Konsumen Mulai dari 10 Hari Pertama Puasa

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:30

Bulan suci Ramadan 2027 tinggal beberapa bulan lagi. Moment ini biasanya dimanfatkan banyak orang untuk berjualan mulai dari takjil, busana muslim dan beragam produk lainnya.

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill