Connect With Us

Kabupaten Tangerang Punya Potensi Tinggi Kembangkan Budidaya Serai Wangi

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 4 September 2022 | 15:28

Pj Gubernur Banten Al Muktabar saat diwawancarai awak media. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Budidaya tanaman serai wangi di Dusun Karoya, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, dinilai memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan.

Hal itu dikatakan penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar saat meresmikan Kampung Serai Wangi di Dusun Karoya, seperti dilansir dari Antara, Sabtu 3 September 2022.

Menurutnya, pengembangan budidaya tanaman serai wangi ini perlu didukung sebagai peningkatan potensi produktifitas masyarakat sekitar.

"Ini bagus sekali untuk dikembangkan. Kegiatan ini mendukung program pemerintah. Baik tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, hingga Nasional," ungkap Al Muktabar.

Dengan memanfaatkan sarana yang ada, Ia berharap masyarakat sekitar terus semangat membudidayakan tanaman yang memiliki banyak kegunaan tersebut.

"Lahan di sekitar yang masih luas. Bisa juga misalnya ditambah peternakan atau perkebunan lain," ujarnya.

Dalam pengembangan budidaya serai wangi ini, para mahasiswa dari Kelompok 10 Kuliah Kerja Kemasyarakatan (KKK) Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis) juga membantu mewujudkan pemberdayaan potensinya. Upaya mahasiswa ini pun pun mendapat apresiasi dari Pj Gubernur Banten.

"Mahasiswa saat ini harus lebih kreatif dan dapat membuka mata terhadap permasalahan yang ada di masyarakat sehingga menemukan solusinya," tutur dia.

Wakil Ketua Kelompok 10 KKK Unis Tangerang Muhammad Luqman mengatakan, Kampung Serai Wangi diluncurkan setelah masyarakat mendapat pelatihan dari mahasiswa selama sebulan terakhir.

Adapun pelatihan tersebut kaitan budidaya serai wangi, workshop branding dan pemanfaatan digitalisasi untuk pemasaran, hingga pembahasan legalitas lembaga maupun produk minyak.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TEKNO
Yuk Ikut Kompetisi Video Kreatif Telkomsel, Boleh Pakai AI dan Berhadiah Gadget 5G

Yuk Ikut Kompetisi Video Kreatif Telkomsel, Boleh Pakai AI dan Berhadiah Gadget 5G

Senin, 13 Juli 2026 | 21:25

Telkomsel Jabotabek menggelar Telkomsel 5G Video Competition, sebuah ajang kreatif bagi masyarakat umum, pelajar, hingga mahasiswa untuk mengekspresikan perspektif mereka melalui karya video inspiratif.

BANDARA
Cegah Penyakit Berbahaya, 399 Anjing dan 261 Kucing Jalani Karantina Ketat di Bandara Soetta pada 2026

Cegah Penyakit Berbahaya, 399 Anjing dan 261 Kucing Jalani Karantina Ketat di Bandara Soetta pada 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 15:26

Sebagai garda terdepan biosekuriti nasional, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten terus memperkuat sistem pengawasan terhadap lalu lintas hewan yang melintasi Bandara Soekarno-Hatta.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill