200 Perdagang Gulung Tikar Buntut Revitalisasi Pasar Kronjo Mangkrak
Senin, 2 November 2026 | 22:39
Sebanyak 200 pedagang di Pasar Tradisional Kronjo, Kabupaten Tangerang mengalami gulung tikar buntut proyek revitalisasi yang mangkrak.
TANGERANGNEWS.com-Buruh berseragam serikat berinisial K, 30, ditemukan tewas tergantung di pohon nangka area kebun kosong di Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang pada Sabtu 17 September 2022.
Rekan kerja korban, Muhyar, 42, mengungkapkan, bahwa korban merupakan pekerja di PT SBF yang pabriknya berlokasi di kawasan Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja.
Menurut dia, semasa hidupnya korban yang merupakan warga Desa Selapanjang, Kecamatan Cisoka ini dikenal rajin beribadah. Selain itu, korban juga dikenal tidak banyak tingkah.
"Orangnya yang saya tahu pendiam. Enggak banyak tingkah kalau di pabrik, dan rajin beribadah," katanya kepada TangerangNews.
Kapolsek Balaraja Kompol Yudha Hermawan menyatakan bahwa motif korban melakukan bunuh diri hingga saat ini masih belum diketahui.
"Untuk motif masih dalam proses lidik," jelasnya
Pesan Redaksi: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Sebanyak 200 pedagang di Pasar Tradisional Kronjo, Kabupaten Tangerang mengalami gulung tikar buntut proyek revitalisasi yang mangkrak.
TODAY TAGMaskapai penerbangan Citilink menghadirkan inovasi baru untuk memperkuat pengalaman terbang pelanggannya melalui kolaborasi strategis bersama Krispy Kreme Indonesia.
Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews