Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani ke-64 di Pondok Pesantren Istiqlaliyyah Cilongok, Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, akan berlangsung pada Minggu, 6 November 2022.
Ketua DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Al Istiqlaliyyah, Afif mengatakan, acara yang rutin digelar setiap tahunnya ini akan diisi dengan berbagai agenda.
“Acara di haul ini ada tausiyah, dzikir bersama, dan pembacaan silsilah keluarga pesantren,” jelasnya kepada TangerangNews, Jumat, 4 November 2022.
Berbagai persiapan telah dilakukan pihak panitia untuk kesuksesan acara haul tersebut.
Pengurus DKM Al Istiqlaliyyah, Banyu mengungkapkan, acara akan dimulai pagi hari. “Acara dari jam 06.00 sampai sebelum zuhur,” kata Banyu.
Pantauan TangerangNews petang tadi, tampak para jemaah mulai berdatangan ke pondok pesantren.
Bahkan, ada jemaah yang rela menginap di sekitar lokasi untuk bisa mengikuti acara yang ditunggu-tunggu tersebut.
Pihak panitia memperkirakan lebih dari 1.000 jemaah akan hadir mengikuti peringatan haul ke-64.
“Jemaah yang hadir diperkirakan lebih dari 1.000. Sekitaran taman ini harus steril karena untuk tamu VVIP,” jelas Banyu.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TODAY TAGPerumahan Mulia Gading Kencana (MGK) di Kibin, Kabupaten Serang, yang dikembangkan oleh PT Infiniti Triniti Jaya, menambah fasilitas kawasan dengan membangun Masjid Ar-Rahmah
Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews