Connect With Us

Harga Daging Sapi di Tangerang Stabil Rp140 Ribu Per Kilogram Jelang Akhir Tahun

Dimas Wisnu Saputra | Senin, 5 Desember 2022 | 18:15

Daging sapi potong di Pasar Tradisional Kota Tangerang siap untuk dijual. (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Harga daging sapi di Kabupaten Tangerang terpantau stabil menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023, pada Senin 5 Desember 2022.

"Saat ini harga daging sapi masih di kisaran Rp100 ribu sampai Rp140 ribu per kilogram, terbilang tinggi namun masih normal,” ucap Beni, penjual daging sapi di Pasar Gudang Tigaraksa, Kabupaten Tangerang kepada Tangerangnews.com.

Sementara daging kerbau berada di kisaran Rp150 ribu per kilogram.

"Harga tulang itu Rp90 ribu, ini sudah dari tahun-tahun sebelumnya," kata Beni.

Beni menjelaskan, sampai saat ini belum ada kenaikan harga daging. Tetapi kemungkinan harga merangkak naik pada lima hari sebelum natal dan tahun baru.

"Kemungkinan harganya naik bervariatif," ujarnya.

HIBURAN
3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36

Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.

NASIONAL
Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Putuskan Tarif Listrik PLN Tidak Naik hingga September 2026

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Putuskan Tarif Listrik PLN Tidak Naik hingga September 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 21:48

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif listrik PT PLN (Persero) untuk periode Juli hingga September 2026 tetap berlaku tanpa kenaikan.

TANGSEL
Sudah Beraksi di 20 Toko di Tangsel, Wanita Muda Penjual Emas Palsu Ditangkap

Sudah Beraksi di 20 Toko di Tangsel, Wanita Muda Penjual Emas Palsu Ditangkap

Jumat, 3 Juli 2026 | 12:16

Seorang wanita berinisial HCTW, 20, ditangkap polisi setelah diduga mencoba menjual emas palsu di sebuah toko emas di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill