Connect With Us

Praktisi Pendidikan Novianty Elizabeth Bersama Kominfo Edukasi Gen Z Tangerang Soal Bahaya Berita Hoaks

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 19 September 2023 | 22:33

Praktisi Pendidikan Dr Novianty Elizabeth saat menjadi narasumber seminar Literasi Digital di Vihara Ekayana Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 16 September 2023. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Praktisi Pendidikan Dr Novianty Elizabeth mengedukasi generasi muda, khususnya generasi Z agar (Gen Z) di Tangerang terkait bahaya berita hoaks yang bertebaran di media sosial.

Pasalnya Gen Z dianggap kerap menjadi sasaran informasi hoaks lantaran mudah terpengaruh atau termakan berita-berita bohong.

Hal itu disampaikannya dalam seminar Literasi Digital yang digelar Pengurus Cabang HIKMAHBUDHI, BEM STAB N Sriwijaya, dan SiberKreasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Vihara Ekayana Gading Serpong, Sabtu, 16 September 2023, lalu.

Novianty menjelaskan menurut data Kominfo ada sekitar 800 ribu lebih situs penyebar hoaks di Indonesia. Hal ini menjadi pemicu peristiwa kerusuhan baik di dalam maupun luar negeri.

"Informasi bohong dan informasi yang salah juga dapat menyebabkan perpecahan dan pertikaian. Jadi, generasi muda jangan mudah termakan oleh berita-berita yang tidak jelas sumbernya,” ujar Dosen Komunikasi Universitas Jayabaya Jakarta ini.

Lebih lanjut, Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo) itu juga memaparkan hasil temuan Tim AIS Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo.

Disebutkan sejak Agustus 2018 hingga Juni 2023, ada total sebanyak 11.759 konten hoaks.  Berita hoaks tersebut terbanyak dari konten kesehatan, terutama di masa pandemi covid-19. Kemudian berita hoaks tentang pemerintahan dan politik.

"Hati-hati dengan judul yang provokatif, cermati alamat situsnya, periksa faktanya dan keaslian foto-foto yang ditampilkan. Atau bisa mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut ke media-media konvensional,” kata Novianty di sela-sela seminar.

Ia menambahkan, hingga Januari 2023 dari persentasi pemakai internet di Indonesia berusia 16 tahun hingga 64 tahun, pengguna platform Whatsapp masih tertinggi, yakni 92,1%, diikuti  Instagram 86,5%, Facebook 83,8% dan Tik Tok sebanyak 70,8%. 

"Untuk itu bagi generasi Z dan milenial pada umumnya, khususnya generasi muda komunitas Buddhis, saya berharap bisa bijak dan cermat menyikapi sebuah informasi di medsos," tukas Noviany.

Sementara itu, Savero Dwipayana, Wakil Koordinator Divisi Komunikasi SiberKreasi menjelaskan literasi digital dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ia juga menyinggung penggunaan medsos, berita hoaks dapat berdampak buruk bagi pengguna media dan bisa menyebar ke berbagai pihak.

Namun, klarifikasi yang disebar membutuhkan waktu 20 hari, sedangkan berita hoaks dapat di sebar hanya membutuhkan waktu 24 jam.

“Informasi hoaks atau tidak benar ini bermula ketika seseorang mengatakan ‘katanya’" dan kemudian pendengar langsung saja percaya dengan berita tersebut. Ketika kita mendengar berita hanya setengah-setengah dan belum bisa di katakan valid, tidak lain kita sudah terkena berita hoaks,” pungkasnya.

Diki Vimala Bodhi, Ketua Panitia menyampaikan Seminar Literasi Digital ini sangat penting kalangan generasi Z dan milenial, karena sebagian besar menggunakan media sosial dan beraktivitas dengan dunia digital harus bisa menjaga privasi, data diri, serta dan lebih dari itu tidak mudah terkontaminasi hoaks atau sebaliknya.

Salah satu alasan mengapa literasi digital penting adalah karena generasi muda sering kali menjadi sasaran utama penyebaran hoaks dan berita palsu.

Dalam lingkungan online (daring) yang penuh dengan informasi yang tidak diverifikasi, generasi muda perlu memiliki keterampilan kritis untuk membedakan antara fakta dan opini, serta kemampuan untuk mencari sumber informasi yang dapat dipercaya.

“Adapun tujuan diselenggarakannya seminar literasi digital tersebut agar generasi muda komunitas Buddhis dapat lebih memahami aktivitas yang ada di dunia digital serta lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di dunia digital,” ungkapnya.

Animo peserta dalam kegiatan seminar literasi digital, cukup tinggi, yakni dihadiri oleh 213 dari berbagai kampus, organisasi dan komunitas pemuda atau mahasiswa Buddhis di Tangerang.

KAB. TANGERANG
Temukan Pisau di TKP, Polisi Buru Begal Modus Pancing Korban dengan Wanita di Tigaraksa

Temukan Pisau di TKP, Polisi Buru Begal Modus Pancing Korban dengan Wanita di Tigaraksa

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Petugas kepolisian Polsek Tigaraksa masih terus melakukan penyelidikan kasus pembegalan dengan modus memancing korban dengan wanita di Kampung Picung Desa Pematang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu, 8 Juli 2026, dini hari.

OPINI
Menimbang Insentif Tambahan bagi Guru Sekolah Gratis di Banten

Menimbang Insentif Tambahan bagi Guru Sekolah Gratis di Banten

Selasa, 7 Juli 2026 | 18:46

Program sekolah gratis pada dasarnya bertujuan meringankan beban masyarakat. Akan tetapi, pelaksanaannya melibatkan berbagai sekolah dengan kondisi yang sangat beragam.

WISATA
Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Jumat, 10 Juli 2026 | 14:40

Kota Tangerang bersiap menyambut salah satu perhelatan budaya terbesar tahun ini. Festival Cisadane 2026 resmi akan berlangsung selama lima hari penuh, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan berpusat di Jembatan Kaca Berendeng.

BISNIS
UMKM Bisa Buka Stand Bazar Gratis di MTQ XXIII Banten

UMKM Bisa Buka Stand Bazar Gratis di MTQ XXIII Banten

Kamis, 9 Juli 2026 | 18:10

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah menengah (UMKM) yang hendak berjualan atau memamerkan produknya, dapat membuka stan tanpa biaya sewa di event Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIII Provinsi Banten tahun 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill