Connect With Us

Marak Bullying, Simak 10 Tips Cara Mengatasi Perundungan di Sekolah 

Fahrul Dwi Putra | Minggu, 15 Oktober 2023 | 22:58

Potongan video bullying di salah satu SMK swasta di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Jumat 13 Oktober 2023. (@TangerangNews / Dimas Wisnu Saputra)

TANGERANGNEWS.com- Bullying atau perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial (cyber-bullying), dapat memiliki dampak serius pada kesejahteraan anak. 

Belakangan ini, kasus bullying makin marak terjadi, terutama di lingkungan pendidikan seperti kampus dan sekolah.

Misalnya, kasus bullying yang terjadi di sekolah menengah kejuruan (SMK) Yuppentek 2 Curug, Kabupaten Tangerang pada Kamis, 12 Oktober 2023, sekira pukul 10.00 WIB.

Dalam video yang beredar, seorang siswa laki-laki melakukan aksi pemukulan terhadap siswa lainnya.

Oleh karena itu, berikut adalah beberapa tips untuk mengatasi bullying seperti dilansir dari kanal YouTube Halodoc, Senin, 16 Oktober 2023.

Tanda-tanda Anak Menjadi Korban Bullying

1.  Perubahan Perilaku

Anak yang menjadi korban bullying cenderung menutup diri. Perhatikan perubahan drastis dalam perilaku, seperti kecemasan, kegugupan, atau kesedihan yang tiba-tiba.

2. Tanda Fisik

Luka, memar, atau tanda fisik lainnya yang tidak dapat dijelaskan dapat menjadi indikator bahwa anak Anda mungkin menjadi korban bullying.

3.Isolasi Sosial

Anak mungkin menghindari kegiatan sekolah atau aktivitas yang berkaitan dengan sekolah. Mereka juga bisa memiliki sedikit teman.

4. Prestasi Menurun

Penurunan tiba-tiba dalam nilai atau prestasi sekolah dapat menjadi tanda bahwa anak sedang mengalami tekanan akibat bullying.

Cara Mengatasi Bullying

1. Bicarakan dengan Anak

Ajak anak bicara dan buatlah lingkungan yang terbuka di mana mereka merasa nyaman berbagi pengalaman mereka.

2. Kumpulkan Bukti

Dalam kasus cyber-bullying, ajarkan anak untuk mengumpulkan bukti, seperti tangkapan layar, yang dapat digunakan sebagai dasar pembicaraan dengan pihak sekolah.

3. Berkomunikasi dengan Sekolah

Temui guru atau pihak sekolah untuk mendiskusikan kejadian ini. Jelaskan secara rinci apa yang terjadi, termasuk waktu, tempat, dan nama saksi.

4. Dukungan Emosional

Berikan dukungan emosional kepada anak Anda. Diskusikan strategi untuk mengatasi situasi ini dan pastikan mereka merasa didengar.

5. Rencana Keamanan

Bersama pihak sekolah, buat rencana keamanan untuk anak Anda. Ini bisa mencakup perubahan jadwal pelajaran atau pengawasan ekstra.

6. Ajak Bicara Pembully

Jika memungkinkan, bicaralah dengan orangtua atau wali dari anak yang melakukan bullying. Diskusikan masalah ini secara dewasa dan cari solusi bersama.

7. Mengajak Anak untuk Memaafkan

Jika memungkinkan, ajarkan anak untuk berusaha memaafkan. Hal ini dapat membantu mengurangi dendam dan menciptakan lingkungan yang lebih positif.

8. Konseling

Pertimbangkan untuk melibatkan profesional konseling atau psikolog untuk membantu anak mengatasi dampak emosional dari bullying.

9. Melibatkan Orang Tua

Dukungan orang tua sangat penting. Libatkan diri dalam kehidupan anak, dengarkan keluhan mereka, dan cari solusi bersama.

10. Pemantauan dan Pemulihan

Pantau perkembangan anak secara rutin dan pastikan mereka mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk pulih dari pengalaman ini.

Demikian tips menghadapi bullying di lingkungan sekolah. Mengatasi masalah perundungan tentunya memerlukan kerja sama dari seluruh pihak-pihak terkait untuk memutus rantai pembullyan hingga ke akar-akarnya. Semoga bermanfaat!

KAB. TANGERANG
Lagi Cari Rumput, Warga Dikejutkan Buaya Tengah Bertelur di Bantaran Sungai Cimanceuri

Lagi Cari Rumput, Warga Dikejutkan Buaya Tengah Bertelur di Bantaran Sungai Cimanceuri

Rabu, 5 Agustus 2026 | 00:02

Warga Desa Budimulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, dihebohkan dengan penemuan seekor buaya yang sedang bertelur dekat pemukiman, pada Selasa 4 Agustus 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TANGSEL
Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp230 Miliar

Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp230 Miliar

Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:52

Polsek Serpong, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) memusnahkan sebanyak 46 juta butir obat keras golongan G dengan berbagai jenis. Obat keras itu merupakan hasil penggerebekan gudang di Jalan Raya Bogor, kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

BANTEN
PLN UID Banten Resmikan Posko Pelayanan Teknik 24 Jam di PIK 2, Percepat Penanganan Gangguan Listrik

PLN UID Banten Resmikan Posko Pelayanan Teknik 24 Jam di PIK 2, Percepat Penanganan Gangguan Listrik

Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:22

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melakukan upaya layanan kelistrikan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 melalui peresmian Posko Pelayanan Teknik (Yantek) yang beroperasi selama 24 jam.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill