KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com- Sebanyak 21 personel polisi berprestasi, khususnya Sat Reskrim meraih penghargaan dari Polresta Tangerang.
Penghargaan tersebut diberikan lantaran personel Satreskrim mampu mengungkap kasus pembunuhan hanya dalam kurun waktu kurang dari 3 jam.
"Semoga dapat menjadikan motivasi untuk anggota lainnya agar lebih semangat lagi dalam melaksanakan tugas-tugas kepolisian," ujar Wakapolresta Tangerang AKBP Agus Sugiyarso dalam sambutannya di Lapangan Apel Polresta Tangerang, Kamis, 1 Februari 2024.
Selain memberikan penghargaan kepada personil berprestasi, Polresta Tangerang juga menggelar upacara kenaikan pangkat pengabdian.
Personel yang mendapat kenaikan pangkat pengabdian perwira Polri ialah Udiyano, dari AKP ke Kompol.
"Ini merupakan sebuah penghargaan dari negara kepada anggota Polri yang telah berdedikasi dan memiliki loyalitas tinggi terhadap kedinasan," ucap Agus.
Agus menyebut kenaikan pangkat pengabdian diharapkan menjadi inspirasi bagi anggota lain.
Pasalnya, tidak semua anggota bisa mendapatkan kenaikan pangkat pengabdian lantarandi samping harus memenuhi syarat administrasi, anggota tersebut selama menjalankan tugasnya harus menunjukan dedikasi, prestasi, dan loyalitas yang sangat baik.
"Yang terpenting anggota tersebut tidak melakukan pelanggaran," tukas Agus.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPT Selaras Jaya Sakti, distributor resmi produk marine coating dan protective coating dari merek International Paint (AkzoNobel), memperkuat jaringan bisnis dan kedekatan dengan mitra industri di wilayah Banten.
Pertumbuhan data center dan ekspansi industri mulai mengubah peta kebutuhan listrik di Asia Tenggara.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews