Connect With Us

Gen Z Didorong Punya Mental Tangguh

Fahrul Dwi Putra | Senin, 21 Oktober 2024 | 21:22

UPH menggelar talk show bertema "Building Resilient Mind in the Digital Era" pada 12 Oktober 2024. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Tekanan mental di kalangan remaja, khususnya di era digital kian menjadi perhatian serius. Pasalnya, berdasarkan laporan WHO tahun 2024, bunuh diri kini menjadi penyebab kematian ketiga terbesar di dunia bagi usia 15-29 tahun. 

Menyikapi fenomena ini, Universitas Pelita Harapan (UPH), melalui Fakultas Psikologi dan Fakultas Kedokteran, turut memperingati International Adolescent Health Week (IAHW) 2024 dengan tema "Thriving Not Just Surviving". 

Acara puncaknya adalah talkshow bertema "Building Resilient Mind in the Digital Era" pada 12 Oktober 2024.

Talkshow ini menghadirkan berbagai perspektif dari para ahli dan praktisi, seperti psikolog klinis Anna Surti Ariani, pendidik anak usia dini Susana Ang, dan alumni UPH Angely M. Putri. 

Fase remaja adalah masa kritis dalam perkembangan individu, di mana mereka mengalami perubahan besar baik secara fisik maupun emosional. Tidak hanya itu, tantangan dari lingkungan sosial, tekanan akademis, dan pengaruh media sosial turut memperburuk keadaan. 

Anna Surti Ariani mengatakan, ketangguhan tidak hanya soal kemampuan bertahan, melainkan juga kemampuan mengenali kapan harus beristirahat.

"Ada lima kunci utama seseorang bisa dikatakan adalah pribadi yang tangguh, yaitu terampil dalam mengatasi masalah, memiliki sumber daya yang cukup, berani meminta bantuan, mampu menemukan solusi, dan menggabungkan keterampilan serta kekuatan diri untuk merespons tantangan," jelas Anna.

Di era digital ini, menurut Anna, remaja seringkali terjebak dalam ekspektasi sosial yang tinggi dan tuntutan akademik yang berat. Karenanya, remaja perlu memahami bahwa jeda untuk istirahat adalah bagian dari proses pemulihan, bukan tanda kelemahan.

Susana Ang, sebagai seorang ibu dari tiga remaja, memberikan pandangan dari sudut pandang orang tua. 

Ia menjelaskan, meskipun teknologi mempermudah akses informasi, tanpa panduan yang tepat, remaja bisa mengalami kebingungan atau salah paham, termasuk dalam hal kesehatan mental.

"Kita perlu belajar mendengarkan dan tidak langsung menghakimi anak. Kadang, mereka hanya ingin didengar tanpa perlu solusi instan. Penting juga bagi orang tua untuk tidak ragu meminta bantuan psikolog jika dibutuhkan," kata Susana. 

Menurutnya, orang tua harus lebih peka dalam mendampingi anak remajanya, dengan memberikan ruang untuk berbicara dan mendengarkan mereka tanpa menghakimi. Ia juga menekankan pentingnya orang tua untuk tidak ragu meminta bantuan profesional bila diperlukan.

Sementara itu, Angely M. Putri, mewakili perspektif Gen Z, menyebut perlunya kemampuan validasi emosi dalam menjaga kesehatan mental. Sebab, generasi ini sangat menghargai proses mendengarkan dan dipahami oleh orang-orang di sekitarnya, terutama ketika sedang berada di bawah tekanan.

"Kami tidak lagi fokus pada work hard, tapi work smart, bagaimana menghadapi tekanan tanpa mengorbankan kesehatan mental kami," ujar Angely.

Generasi Z, menurut Angely, lebih kritis dalam menghadapi tantangan dan cenderung bekerja lebih cerdas daripada sekadar bekerja keras. 

Baginya, komunitas yang mendukung sangat penting untuk membantu membangun mental tangguh di kalangan remaja.

TANGSEL
Pria Ngaku Anggota KPK Sekap Nenek 70 Tahun di Serpong

Pria Ngaku Anggota KPK Sekap Nenek 70 Tahun di Serpong

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:27

Seorang pria berinisial EJ, 45, diringkus Jajaran Unit Reskrim Polsek Serpong lantaran melakukan aksi penipuan disertai penyekapan seorang perempuan lanjut usia berinisial ITS, 70.

HIBURAN
Yamaha Fazzio Sunset Blue Bisa Didapat Gratis, Begini Cara Ikutan Giveaway-nya

Yamaha Fazzio Sunset Blue Bisa Didapat Gratis, Begini Cara Ikutan Giveaway-nya

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 19:30

Yamaha Indonesia menggelar giveaway berhadiah satu unit Yamaha Fazzio Special Edition Sunset Blue dalam rangka menyambut momen kembali ke sekolah.

BANTEN
40 Tahun Warga Cimanggu Pandeglang Lewati Jalan Rusak, Gubernur Banten Janjikan Perbaikan Tahun Ini

40 Tahun Warga Cimanggu Pandeglang Lewati Jalan Rusak, Gubernur Banten Janjikan Perbaikan Tahun Ini

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:11

Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan di pelosok Banten kembali mendapat perhatian serius. Selama 40 tahun lamanya, warga Kampung Buluh, Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, harus merasakan sulitnya beraktivitas

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill