KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANG-Perkelahian antar pemuda yang menyebabkan satu korban tewas di Puri Beta, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, pada Minggu (21/6) pagi kemarin, disebabkan senggolan motor.
“Jadi saat itu ada sekolompok pemuda pengguna motor nongkrong-nongkrong sehabis sahur. Karena sampai pagi belum pulang, mereka dibubarkan petugas yang ada di lokasi. Saat itu lah terjadi senggolan motor hingga berujung pada perkelahian antar kelompok,” kata Kasat Reskrim Polres Metro tangerang AKBP Sutarmo, Senin (22/6).
Menurut Sutarmo, korban berinisal SS sendiri bukan salah satu dari kelompok pemuda tersebut. Justru dia hendak pulang ke rumahnya Jalan Yunus, Kecamatan Larangan Utara untuk menghindari keributan. Namun naas, korban disangka salah satu kelompok dan akhinya dikeroyok hingga tewas.
“Korban tewas dengan luka-luka tusukan dibagian paha sebelah kanan, luka memar pada bagian belakang tubuhnya dan lecet di dengkul,” jelasnya.
Saat ini, kata Sutarmo, pihaknya sudah memeriksa lima orang saksi. Penyelidikan masih menginventarisir kelompok remaja yang saat itu berada di TKP. “Kita masih cari kelompok mana yang melakukan,” paparnya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGAsosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews