Sering Terbangun Malam Hari untuk Kencing? Waspada Gejala Pembesaran Prostat
Jumat, 19 Juni 2026 | 19:18
Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil kerap kali dianggap sepele dan dinilai sebagai bagian normal dari proses penuaan.
TANGERANGNews.com -Kisah kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Kota Tangerang. Kali ini, menimpa Sania gadis berusia 3 tahun. Sebelum tewas, Sania yang bertempat tinggal di RT 01/02 Kelurahan Pondok Pucung, Karang Tengah, Kota Tangerang itu mengalami kejang-kejang.
Para tetangga mengira, Sania telah disiksa secara sadis orangtuanya sehingga meninggal dunia. Karenanya, warga sekitar korban mengadukan hal ini kepada Babinkamtibmas.
"Benar, kami dapat info dari warga. Sebelum meninggal katanya kejang – kejang, warga juga melaporkan korban diduga mendapat kekerasan dari orangtuanya," ujar Kapolsek Ciledug, Sudarsana Minggu (6/11/2016).
Sebelum meninggal, Sania sempat dibawa ke Rumah Sakit sekitar. Namun, kisah hidupnya harus terhenti, karena dia tak nyawanya tak dapat terselamatkan.
"Kami berkoordinasi dengan jajaran Polrestro Tangerang untuk mengungkap kasus ini," ucapnya.
Kini jajaran Unit Reskrim serta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dari Polrestro Tangerang tengah melakukan penyelidikan terkait perkara tersebut.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestro Tangerang, AKBP Wiji Lestanto menjelaskan, informasi mengenai adanya penyiksaan terhadap Sania masih didalami oleh pihaknya. Namun, laporan tersebut baru sebatas informasi yang mengungkapkan korban tewas diduga mengalami kekerasan.
"Sebab, kami tenti perlu mengumpulkan keterangan - keterangan saksi dan mengumpulkan barang bukti," kata Wiji.
Dia menjelaskan, saat ini petugas sedang membawa jasad korban ke RS Kramat Jati. Dilakukan otopsi dan forensik untuk menentukan benar atau tidaknya ada kekerasan yang dilakukan oleh orangtuanya.
Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil kerap kali dianggap sepele dan dinilai sebagai bagian normal dari proses penuaan.
TODAY TAGDirektorat Polairud Polda Bangka Belitung (Babel) menggagalkan upaya penyelundupan 231 balok timah ilegal di wilayah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.
Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews