Connect With Us

Pengurus Persikota Tangerang Tolak Alih Fungsi Stadion Benteng

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 30 Maret 2017 | 20:00

Stadion Benteng di Jalan Taman Makam Pahlawan Kota Tangerang samping kantor Wali Kota Tangerang dibangun pada 11 Januari 1989 itu kini tampak hancur. (@TangerangNews / Raden Bagus Irawan)

TANGERANGNEWS.com-Rencana Pemerintah Kota Tangerang membangun stadion baru dan mengalih fungsikan Stadion Benteng menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) ditolak oleh Pengurus Persikota Tangerang.


Ronny K Suryanegara yang merupakan Sekretaris Persikota Tangerang mengatakan,  Wali Kota Arief R Wismansyah  akan menggusur Stadion Benteng karena dinilai tidak representatif lantaran selalu terjadi konflik antar suporter dan minimnya prestasi Persikota.  Menurut dia hal tersebut merupakan logika yang blunder.



"Kami menyayangkan dan kecewa berat  terhadap wali kota. Alasan itu  sangat tidak logis. Kami berkomitmen kalau ada konflik, suporter ya ditindak tegas. Stadion Benteng sangat bersejarah. Letak stadion Benteng sangat trategis dari segala akses, karena dekat dengan stasiun, terminal dan Polres," tutur Ronny, Kamis (30/3/2017). Baca Juga : Atasi Tawuran Suporter, Pemkot Tangerang akan bangun Stadion Baru


Ronny menambahkan, Pemkot Tangerang memilih membangun sport center di Kecamatan Pinang dibanding merenovasi Stadion Benteng. Justru menurut pengurus Persikota, itu tidak sesuai dengan aturan. "Dalam membangun stadion baru untuk mengalihkan stadion lama, minimal pembangunan stadion baru harus selesai 70 persen.


Hal itu sesuai dasar hukum UU No.3/2005 tentang sistem keolahragaan nasional, PP No 16/2007 tentang penyelenggaraan keolahragaan, dan Permenpora No 0057A tahun 2013 tentang pedoman permohonan dan pemberian rekomendasi peniadaan dan pengalihfungsian prasarana olahraga aset pemerintah daerah.


"Sekarang saya tantang, kalau bangun stadion baru, buktikan mana DED-nya, Blue Print-nya, mana gambar stadionnya, apakah sudah grand launching? enggak ada kan," ungkapnya. Baca Juga : Ini Niat Wali Kota Tangerang Kalau Zaki Serahkan Stadion Benteng


Dikatakan Ronny, dari segi efektifitas anggaran, merenovasi stadion benteng hanya butuh Rp50 miliar.  Sangat berbanding jauh kalau harus membangun sport center membutuhkan ratusan miliar.


Apalagi masa terakhir wali kota menjabat akan berakhir pada 2018. Sehingga dia meyakini, stadion baru itu tidak akan dibangun.
"Kami yakini, pembangunan itu nol besar. Bulan maret wali kota sudah mulai cuti. Rencana pembangunanya saja baru 2018," tukasnya.
Karenanya, mereka menolak penggusuran Stadion Benteng untuk beralih menjjadi RTH. Sebab, rencana itu dilakukan tanpa kajian yang logis dari perspektif yang mengerti tentang sepak bola.


"Jangan sampai kebijakan pembangunan diiambil secara emosional, personal dan tidak objektif. Kami sudah pernah bersurat untuk audiensi terkait masalah ini, tapi tidak ditanggapi," pungkasnya.

TANGSEL
Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane

Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane

Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:49

Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

BISNIS
JHL Group Tegaskan Standar Kinerja dan Daya Saing Lewat JHL Award 2026

JHL Group Tegaskan Standar Kinerja dan Daya Saing Lewat JHL Award 2026

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:49

Di tengah dinamika industri hospitality, F&B, otomotif, hingga pengembangan bisnis yang semakin kompetitif, JHL Group menegaskan standar kinerja baru melalui gelaran JHL Award 2026.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill