Connect With Us

Polisi Cek Kejiwaan Efendi, Pelaku Pembunuhan Sekeluarga

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 13 Februari 2018 | 18:00

Efendi, 55, pelaku pembunuhan terhadap keluarganya sendiri , saat mendapatkan perawatan intensif. di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (13/2/2018). (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com - Efendi, 55, yang tega membantai keluarganya saat ini masih berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk mendapatkan perawatan intensif. Pelaku sadis ini juga  akan dicek kejiwaannya, Selasa (13/2/2018).

Setelah ditemukan dalam kondisi hidup dengan luka tusuk di beberapa bagian tubuhnya, Efendi pun langsung dilarikan ke RS Sari Asih Tangerang.

Tetapi kondisi Efendi semakin kritis sehingga harus dirujuk ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapatkan perawatan yang lebih serius lagi. Hingga saat ini kondisinya pun sangat lemah, namun polisi mengklaim ia bisa berkomunikasi.

Dari interaksi antara Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan dengannya, Efendi meminta maaf telah melakukan pembunuhan terhadap keluarganya.

"Saya tadi ajak komunikasi yang terucap hanya merasa lemas, minta maaf, istighfar, dan minta ampun," ujar Harry.

Dokter pun memprioritaskan kesehatan Efendi, sehingga polisi bisa menggali informasi lebih jauh lagi dari saksi mahkota itu. Kendati begitu, Efendi dirawat dengan pengamanan yang sangat ketat layaknya di penjara.

Apalagi, dokter juga akan mengecek kejiwaannya lantaran telah tega menghabisi keluarganya.

"Kita berkoordinasi dengan dokter dari RS Polri akan diteliti baik dari bedah operasi maupun tes psikologi tes kejiwaannya. Untuk meyakini kejiwaan dari tersangka tersebut," kata Harry.(RAZ/RGI)

BANTEN
Atlet Pengidap Asma Tetap Bisa Berprestasi, Ini Kuncinya Menurut Dokter

Atlet Pengidap Asma Tetap Bisa Berprestasi, Ini Kuncinya Menurut Dokter

Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:14

Latihan fisik merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan atlet. Namun bagi yang memiliki asma, aktivitas dengan intensitas tinggi dapat memicu gangguan pernapasan yang berdampak langsung pada performa.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill