Connect With Us

Kota Tangerang Bisa Disulap Berkelas Dunia, Bagaimana Mewujudkannya?

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 17 Oktober 2018 | 17:45

Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. (Istimewa / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com-Kota Tangerang memiliki letak geografis yang sangat menguntungkan. Kota penyangga Ibukota Negara, Jakarta ini dapat dikembangkan menjadi kota berkelas dunia. Namun bagaimana mewujudkannya?

Menurut pengamat tata kota Universitas Trisakti, Jakarta Nirwono Yoga, saat ini Pemkot Tangerang harus semakin berkonsentrasi pada pembenahan transportasi publik. Maklum saja, sebagian besar warga Kota 1001 industri dan jasa ini, adalah commuter yang beraktivitas di Jakarta.

Sehingga, transportasi yang terintegrasi menjadi kebutuhan warga, baik moda di dalam kota maupun antarkota.

"Maksimalkan pembenahan transportasi massal di dalam kota, antarkota dan tentu dengan Jakarta," ujarnya kepada TangerangNews.com, Rabu (17/10/2018).

Masalah pemukiman pun tak kalah penting, menurut Nirwono, dengan keterbatasan ketersediaan lahan namun kebutuhan pemukiman terus meningkat, Kota Tangerang harus mengembangkan konsep hunian vertikal. Selain itu, pentaan perkampungan juga harus semakin masif dilakukan.

Kemudian, Pemkot Tangerang pun harus  mengembangkan kawasan terpadu (Tod), ruang terbuka hijau (RTH), pengolahan sampah dan limbah, serta rehabilitasi saluran air kota - jaringan utilitas - trotoar secara terpadu.

"Yang paling mendesak pembenahan transportasi umum atau massal dalam kota dan dengan Jakarta tentu kereta api, bus Trans lebih ditingkatkan, penyediaan trotoar yang nyaman, permukiman kota yang layak huni dengan pembenahan kampung dan pengembangan rusunawa juga perbanyak lagi taman kota," paparnya.

"Untuk mencegah banyak PR itu yang harus dilakukan seperti penataan bantaran kali, revitalisasi waduk atau situ, rehabilitasi saluran air yang terpadu dengan pembenahan jaringan utilitas serta menambah luas ruang terbuka hijau," sambungnya.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang dinilai penulis buku berjudul 'Membangun Peradaban Kota' salah satu aset yang potensial untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Harus bisa lebih mengoptimalkan PAD yang sangat potensial tersebut. Keberadaan Bandara Soetta harusnya menjadi pintu Kota Tangerang sebagai pintu gerbang masuk Jakarta atau Indonesia. Sehingga penataan kota, penyediaan fasilitas hotel, transportasi kotanya sudah harus berkelas dunia," jelasnya.

Hal penting lain untuk mewujudkan Kota Tangerang berkelas dunia, lanjut Nirwono adalah optimalnya pelayanan publik. "Pelayanan publik harus ditingkatkan seperti pendidikan (Kartu Tangerang Pintar), kesehatan mudah dan murah (Kartu Tangerang Sehat), dan kebutuhan hunian yang layak," tandasnya.(RMI/HRU)

KAB. TANGERANG
Pemkab Tangerang Galang Donasi ASN untuk Korban Gempa NTT

Pemkab Tangerang Galang Donasi ASN untuk Korban Gempa NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:40

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang tengah mengumpulkan bantuan kemanusiaan untuk dikirimkan kepada warga yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

WISATA
BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:41

Sebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.

KOTA TANGERANG
RS Melati Tangerang Sabet Penghargaan Produktivitas Terbaik Tingkat Kota

RS Melati Tangerang Sabet Penghargaan Produktivitas Terbaik Tingkat Kota

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:00

Rumah Sakit (RS) Melati Tangerang meraih penghargaan Juara 1 Produktivitas Kategori Perusahaan Menengah Tingkat Kota Tangerang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill