Connect With Us

Mahasiswa Tangerang Aksi Galang Dana untuk Beli Ambulans

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 26 Agustus 2019 | 17:11

Forum Aksi Mahasiswa (FAM) menggelar unjuk rasa di Jalan Perintis Kemerdekaan tepatnya di depan Taman Gajah Tunggal, Cikokol, aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan atas bobroknya pelayanan kesehatan di Kota Tangerang. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com—Peristiwa jenazah Husein, 8, korban tenggelam di Sungai Cisadane tidak mendapatkan pelayanan ambulans di Puskesmas Cikokol, Kota Tangerang menjadi perhatian publik.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Aksi Mahasiswa (FAM) menggelar aksi sebagai bentuk kekecewaan atas pelayanan kesehatan di Kota Tangerang yang dituding massa aksi bobrok.

Aksi sosial pun digelar di Jalan Perintis Kemerdekaan tepat di depan Taman Gajah Tunggal, Cikokol, Kota Tangerang, Senin (26/8/2019).

Forum Aksi Mahasiswa (FAM) menggelar unjuk rasa di Jalan Perintis Kemerdekaan tepatnya di depan Taman Gajah Tunggal, Cikokol, aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan atas bobroknya pelayanan kesehatan di Kota Tangerang.

Dalam aksinya, para aktivis tersebut menggalang dana untuk dihibahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk membantu membeli fasilitas ambulans maupun kereta jenazah.

"Kami juga menggalang dana koin yang bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa persoalan kemarin tidak lepas dari ambulans," ujar Rasyid Warisman, Humas FAM kepada TangerangNews.

Rasyid mengatakan, penggalangan dana dilakukan selama sepekan mendatang. Selama sepekan itu, kata dia, para mahasiswa akan menyebar ke titik-titik keramaian untuk meminta partisipasi masyarakat.

"Nanti dananya akan kami berikan kepada Pemkot secara simbolis bahwa ini bentuk keprihatinan kita," ucapnya.

Baca Juga :

Rasyid mengaku prihatin dengan pelayanan kesehatan di Kota Tangerang. Pasalnya, kata dia, bobroknya pelayanan kesehatan tak hanya terjadi dalam peristiwa penelantaran jenazah Husein.

"Permasalahan yang dialami saudara Husein bukan hari ini saja terjadi, tapi dari jauh-jauh hari ketika kita mengadvokasi masyarakat memang masalah yang paling fundamental itu. Di sini, sikap Pemkot Tangerang seakan tidak ada, lepas begitu saja," jelasnya.

Mahasiswa juga menuntut pemerintah untuk merealisasikan pelayanan kesehatan gratis tanpa syarat. Selain itu, mereka juga meminta pemerintah menindak tegas oknum yang memperlakukan masyarakat secara tidak manusiawi.

Ketika dimintai tanggapannya terkait Dinas Kesehatan Kota Tangerang telah merevisi Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan ambulans yang memperbolehkan mengangkut jenazah, ia menjawab, hal ini membuat masyarakat bingung.

"Kenapa baru hari ini dilakukan revisi? Padahal permasalahan ini sudah terjadi jauh hari. Masyarakat seakan dibuat kebingungan. Di satu sisi, Pemkot Tangerang tidak masif sosialisasi penggunaan ambulans," katanya.

"Kalau bicara SOP kan ada soal hukum diskresi pengecualian bahwa SOP itu tidak boleh bertentangan dengan nilai kemanusiaan," pungkasnya.(RMI/HRU)

HIBURAN
6.700 Pelari Ramaikan Night Run Gading Serpong, Hidupkan Ekonomi Lokal dan Aksi Sosial 

6.700 Pelari Ramaikan Night Run Gading Serpong, Hidupkan Ekonomi Lokal dan Aksi Sosial 

Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:14

Sebanyak 6.700 pelari meramaikan Gemilang KORPRI Night Run 2026 di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 10 Oktober 2026.

KAB. TANGERANG
Kenaikan Harga Solar Hambat Retribusi dan Pengangkutan Sampah di Kabupaten Tangerang

Kenaikan Harga Solar Hambat Retribusi dan Pengangkutan Sampah di Kabupaten Tangerang

Jumat, 9 Oktober 2026 | 18:57

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis solar berdampak langsung pada operasional pengangkutan sampah di Kabupaten Tangerang.

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

KOTA TANGERANG
Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta

Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta

Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12

Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill