Connect With Us

Pengurus Serikat Dimutasi, Buruh Demo Distributor Gudang Garam di Jatiuwung

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 31 Oktober 2019 | 11:51

Para buruh dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia menggelar aksi demonstrasi di depan kantor distributor Gudang Garam, PT Surya Madistrindo, Jatiuwung, Kota Tangerang, Kamis (31/10/2019). (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com—Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) mendemo kantor distributor Gudang Garam, PT Surya Madistrindo, di Kecamtan Jatiuwung, Kota Tangerang, Kamis (31/10/2019).

Aksi unjuk rasa dilandasi belasan pekerja di PT Surya Madistrindo dimutasi manajemen perusahaan ke berbagai daerah. Buruh menuding aksi mutasi tersebut sebagai upaya pemberangusan serikat. Pasalnya, pekerja yang dimutasi merupakan para pengurus serikat.

Dalam aksinya, para buruh yang membawa spanduk dan alat peraga berteriak-teriak menyuarakan tuntutannya. Mereka mengecam mutase pekerja yang dilakukan perusahaan.

Aksi juga sempat memanas. Para buruh tampak menggoyangkan pintu pagar perusahaan karena kesal tuntutanya tidak direspon. Namun hal itu tak berlangsung lama karena ditenangkan petugas keamanan.

"Kami menuntut agar perusahaan mempekerjakan kembali pengurus serikat kami di tempat semula," ujar Rustam Effendi, Ketua Pimpinan Daerah Tekstil Sandang Kulit SPSI Provinsi Banten.

Baca Juga :

 

Rustam mengungkapkan, terdapat 12 buruh yang dimutasi ke berbagai daerah, seperti Sumatera, Papua, hingga Sulawesi. “Mutasi pekerja ini upaya perusahaan untuk memberangus serikat. Sebab, para pekerja yang dimutasi adalah pengurus serikat,” katanya.

Ia menuturkan, pengurus serikat di perusahaan itu baru terbentuk sejak dua bulan terakhir dan resmi tercatat di Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang.

Bila tidak ada itikad baik dari perusahaan, pihaknya akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran sebagai bentuk solidaritas.

"Maka, selain aksi, kami akan laporkan perusahaan terkait pidananya karena melanggar UU No 21/2000 tentang Serikat Pekerja," jelasnya.(RAZ/HRU)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANDARA
Imbas Serangan di Riyadh, Penerbangan Jeddah-Madinah di Bandara Soetta Normal, Rute Transit Terdampak

Imbas Serangan di Riyadh, Penerbangan Jeddah-Madinah di Bandara Soetta Normal, Rute Transit Terdampak

Senin, 12 Oktober 2026 | 15:12

Menyikapi perkembangan situasi di Riyadh, Arab Saudi, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Kota Tangerang memastikan operasional penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah hingga saat ini tetap berjalan normal dan lancar.

BANTEN
Kapolda Banten Sebar Nomor Pribadi, Terima Aduan Kamtibmas dan Keadaan Darurat

Kapolda Banten Sebar Nomor Pribadi, Terima Aduan Kamtibmas dan Keadaan Darurat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:30

Kapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan membuka akses nomor pribadinya, yakni 0811-1123-9696 bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill