Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya
Kamis, 15 Januari 2026 | 11:36
Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.
TANGERANGNEWS.com–Beberapa hari terakhir, sempat viral di sosial media terkait sosok nenek berusia 140 tahun, Hatima, karena dikabarkan hidupnya susah dan ditelantarkan keluarganya.
Namun ternyata, nenek yang tinggal di Kampung Sangiang, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang itu masih diurusi keluarganya.
"Dia masih diurusi keluarganya," kata Maryono Hasan, Camat Periuk saat mengunjungi kediaman Hatima, Minggu (19/4/2020).
Hatima memliki lima orang anak. Tiga diantaranya tinggal satu RT dengan Hatima, satu berbeda RT dan satu lagi tinggal di Kalideres.
Maryono mengatakan seluruh anaknya masih mempedulikan Hatima. "Anaknya ada lima dan masih peduli. Bukan seperti berita yang beredar," ungkapnya.

Rumah bekelir hijau yang dimukim Hatima terlihat masih layak. Menurut Maryono, rumah Hatima telah dibedah pemerintah pada 2013.
Maryono mengeklaim, pemerintah mempedulikan Hatima. Menurutnya, Hatima kini masih termasuk dalam penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
"Keluarganya masih tercatat menerima program PKH melalui Sunata (menantu Hatima)," katanya.
Maryono menambahkan, Hatima juga dalam waktu dekat akan menerima bantuan terdampak COVID-19. "Jadi, nanti kami bantu lagi lewat program bantuan terdampak corona," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.
TODAY TAGWarga RW 14 Kelurahan Rawabuntu, Serpong, resmi melayangkan gugatan class action terhadap Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) dan PT Bumi Serpong Damai (BSD).
Kabar duka datang dari pesulap Marcel Radhival atau yang lebih dikenal publik sebagai Pesulap Merah. Istri tercintanya, Tika Mega Lestari, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 27 Januari 2026, dini hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews