Connect With Us

Begini Fakta Kasus Penculikan Bocah di Karawaci

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 16 Juni 2020 | 14:14

Screenshot atau tangkapan layar video bocah diduga diculik di Kampung Galeong, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang pada Senin (15/6/2020) malam. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

 

TANGERANGNEWS.com–Kabar peristiwa penculikan anak terjadi di Kampung Galeong, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang pada Senin (15/6/2020) malam.

Kanit Reskrim Polsek Karawaci Iptu Ronald Sianipar menyampaikan fakta atas kasus yang bikin heboh di media sosial tersebut.  

"Iya, ternyata itu bukan penculikan," ujarnya kepada TangerangNews, Selasa (16/6/2020).

Dia mengatakan peristiwa itu bukan penculikan, melainkan adanya kesalah pahaman. 

Menurutnya, pria berinisial S saat itu hendak meminjam ponsel bocah berinisial H. Namun, H berteriak kalau dia akan diculik.

"Faktanya dia baru mau pinjam HP korban lalu sudah diteriakin penculikan," ungkapnya. 

Setelah diteriaki, S pun diamankan warga. Lalu, S digelandang ke Polres Metro Tangerang Kota. 

Ronald menuturkan motif S meminjam ponsel milik bocah tersebut karena ingin menghubungi rekannya. 

"Motifnya mau pinjam HP korban untuk chating sama temannya," katanya. 

Kini, S telah dikembalikan ke keluarganya lantaran pihak H tidak membuat laporan polisi.(RMI/HRU)

KAB. TANGERANG
Waduh! Apindo Sebut Bakal Terjadi PHK Massal di Tangerang Jika UMK 2026 Rp5,21 Juta

Waduh! Apindo Sebut Bakal Terjadi PHK Massal di Tangerang Jika UMK 2026 Rp5,21 Juta

Rabu, 7 Januari 2026 | 23:23

Kenaikan upah minimum kota/kabupaten (UMK) Tangerang pada 2026 dinilai berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sejumlah perusahaan.

WISATA
Libur Nataru 2026, Pengunjung Water World Cikupa Membludak Dua Kali Lipat

Libur Nataru 2026, Pengunjung Water World Cikupa Membludak Dua Kali Lipat

Minggu, 4 Januari 2026 | 20:15

Jika menikmati momen libur tahun baru 2026 di Tangerang, tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke kolam renang Water World.

KOTA TANGERANG
Budi Daya Maggot Diklaim Mampu Kurangi Sampah Organik Kota Tangerang hingga 15 Ton per Hari

Budi Daya Maggot Diklaim Mampu Kurangi Sampah Organik Kota Tangerang hingga 15 Ton per Hari

Kamis, 8 Januari 2026 | 12:50

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan memaksimalkan pengolahan sampah organik di Intermediate Treatment Facility (ITF) Jatiuwung dengan pengembangan budi daya maggot yang selama ini dinilai efektif menekan volume sampah harian.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill