Posko Kesehatan Penanggulangan Banjir di Kota Tangerang. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)
TANGERANGNEWS.com-Dinas Kesehatan Kota Tangerang membangun 60 Posko Kesehatan Penanggulangan Banjir untuk mengantisipasi rawannya penyakit terutama penularan COVID-19.
Kepala Dinkes Kota Tangerang, Liza Puspadewi mengungkapkan, posko tersebut diantaranya 38 Posko Puskesmas dan 22 Posko Bergerak.
Menurutnya, posko kesehatan banjir mulai dibangun sejak Sabtu pagi di seluruh Puskesmas.
Selain itu, Dinkes juga menyebar puluhan posko bergerak, untuk mendekatkan dan memudahkan pelayanan kesehatan ke titik-titik yang terdampak cukup tinggi.
“Para petugas kesehatan baik tim dokter, perawat hingga apoteker kami kerahkan, dan secara sigap langsung melakukan pelayanan kepada para korban banjir yang membutuhkan bantuan kesehatan. Harapannya, kebutuhan kesehatan para korban banjir cepat tertangani, dan tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya, Sabtu (20/2/2021).
Posko Kesehatan Penanggulangan Banjir dibuka selama 24 jam. Penyakit yang datang bersamaan dengan banjir biasanya seperti ISPA, diare, demam dan penyakit kulit.
“Tapi, Dinkes memastikan seluruh petugas kesehatan akan dengan tanggap melayani serta memberikan obat-obatan terbaiknya,” tegasnya.
Selain posko kesehatan, Dinkes telah menyalurkan beragam bantuan makanan dan minuman ke Posko Bantuan MUI.
Dinkes telah mengirimkan bantuan berupa masker dan 245 karton makanan tambahan balita dan ibu hamil, yang disebar di 16 titik posko banjir.
Diantaranya, 123 karton atau 10.332 bungkus makanan ibu hamil dan 122 karton atau 3.416 bungkus makanan balita.
“Saya pun mengimbau untuk seluruh korban banjir atau mereka yang mengungsi untuk tetap berusaha menjaga kebersihan dan tetap menggunakan masker. Sama-sama berjuang untuk mengurangi potensi penyebaran COVID-19 di tengah-tengah kondisi saat ini,” pungkasnya.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten berhasil menjamin keandalan listrik dalam peringatan Haul Syekh Nawawi al-Bantani ke-132 yang digelar pada 26–28 April 2025 di Tanara, Kabupaten Serang, Banten.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTK) menerbitkan kebijakan baru yang mewajibkan guru dari seluruh jenjang pendidikan
Olahraga es tengah mengalami pertumbuhan yang cukup pesat di Indonesia, seiring meningkatnya minat masyarakat dalam aktivitas rekreasi hingga kompetisi.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""