Personel BPBD saat mengevakuasi korban banjir yang tenggelam di lapangan bola di Kampung Uwung Hilir, Kota Tangerang. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)
TANGERANGNEWS.com—Kota Tangerang dilanda banjir setelah hujan deras. Banjir ini menelan korban jiwa.
"Ya, ada satu korban meninggal dunia karena tenggelam," ujar Ade Kurniawan, Kepala Humas PMI Kota Tangerang, Sabtu (20/2/2021).
Ade menjelaskan tim PMI bersama BPBD berhasil mengevakuasi korban tenggelam di lapangan bola yang terendam banjir di Kampung Uwung Hilir, Kota Tangerang.
"Korban tenggelam akhirnya sudah diketemukan pada pukul 13.15 WIB," katanya.
Korban tenggelam ini bernama Ahmad Wildani, 19, warga Uwung Hilir, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.
Ade mengungkapkan, kronologi kejadian berawal saat korban bersama sejumlah temannya pukul 08.00 WIB sedang merakit perahu dengan bahan baku pohon pisang.
Lalu, korban mencoba ke tengah lapangan bola yang direndam banjir dengan ketinggian 1,5 meter sampai 2 meter ini. Namun, kaki korban mengalami kontraksi otot alias keram.
Saat kakinya keram tersebut, teman korban sempat berupaya menolongnya dengan melemparkan busa untuk kemudian ditarik ke tepi.
"Tetapi tak kuat, kemudian korban tenggelam," pungkasnya.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
Paket internet sekarang tidak cuma soal jumlah gigabyte. Lewat kUotamasya by.U, kamu bisa mendapatkan kuota sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan dengan harga spesial.
PT PLN (Persero) bersama Institut Teknologi PLN (IT PLN) menggelar pelatihan energi terbarukan bagi siswa sekolah menengah atas (SMA) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk "Rekayasa Teknologi untuk Energi Terbarukan
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""