Andra Soni Dorong Pengusaha Muda Manfaatkan Peluang dari Program MBG
Kamis, 7 Mei 2026 | 16:16
Gubernur Banten Andra Soni mendorong para pengusaha muda untuk menangkap peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
TANGERANGNEWS.com-Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Liza Puspadewi mengaku ada kenaikan kasus COVID-19 hingga 100 persen di Rumah Isolasi Terkonsentrasi (RIT) pascalibur Lebaran 2021.
Liza mengaku, sebelum libur Lebaran, angka kasus COVID-19 di Kota Tangerang sempat mencapai 17 pasien yang dirawat RIT.
Namun, akibat adanya pergerakan orang yang melakukan aktivitas saat Lebaran, membuat kasus COVID-19 meningkat.
"Yang terakhir sebelumn libur cuma 17 (pasien yang dirawat di RIT). Sekarang naik 2 kali lipat dibanding dengan yang kemarin ( sebelum liburan)," ujarnya, Rabu (26/5/2021).
Liza menuturkan, hal tersebut lantaran tingginya aktivitas masyarakat saat libur Lebaran 2021, sehingga membuat peningkatan kasus COVID-19.
"Jadi konsepnya adalah bahwa pergerakan orang berbanding lurus dengan peningkatan kasus. Jadi kalau pergerakan orang itu pasti ada kenaikan kasus," katanya.
Menurutnya, kenaikan tersebut merupakan hasil dari pemeriksaan kesehatan secara acak yang dilakukan Pemkot Tangerang untuk melacak adanya masyarakat yang tertular COVID-19.
Saat ini, lanjut Liza, meski sudah mulai beranjak naik, tapi belum merupakan puncak dari peningkatan kasus COVID-19 pascalibur Lebaran 2021.
"Kenapa kita tracing sebesar-besarnya , supaya kita bisa menemukan dalam kondisi dini. Kan yang dikhawatirkan penuh ICU, sebab ICU terbatas jumlahnya," pungkasnya. (RED/RAC)
Gubernur Banten Andra Soni mendorong para pengusaha muda untuk menangkap peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
TODAY TAGModus penyelundupan satwa liar kian nekat. Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Banten bekerja sama dengan Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan belasan satwa hidup asal Thailand di Terminal 2 Bandara
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews