VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan
Senin, 21 September 2026 | 17:09
VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.
TANGERANGNEWS.com-Peserta vaksinasi COVID-19 di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang membeludak hingga terjadi tumpukan antrean, Selasa 29 Juni 2021.
Rupanya hal ini disebabkan warga Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang ikut menjadi peserta vaksinasi secara bersamaan.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Tangerang Buceu Gartina menjelaskan banyaknya peserta vaksin di Puspem Kota Tangerang karena datang dan mengantre tidak sesuai dengan jadwal. Lalu, ditambah lagi peserta vaksin datang dari luar daerah.
"Jadi banyak yang hadir tidak sesuai jadwal, lalu belum mendaftar. Bahkan ada dari Kabupaten Tangerang, Kota Tangsel," ujarnya.
Baca Juga :
Buceu meminta kepada warga yang hendak vaksinasi untuk dipastikan kepesertaannya terdaftar dan hadir sesuai jadwal.
Lalu, jika berdomisili di Kota Tangerang maka siapkan pengantar domisili dari RW tempat tinggal.
"Vaksin yang tidak menggunakan surat domisili dilaksanakan oleh UPT Kemenkes yaitu di RS Sitanala," jelasnya.
Pemkot menargetkan vaksinasi se-Kota Tangerang mencapai 20 ribu orang. Sementara untuk vaksin di Puspem targetnya sehari 5.000 orang.
"Jadi, demi menghindari antrean, bisa juga mengikuti vaksinasi wilayah (kecamatan) masing-masing," pungkasnya. (RAZ/RAC)
VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.
TODAY TAGWakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan meminta masyarakat tidak ragu melaporkan warga yang masih membakar sampah secara sembarangan di lingkungan permukiman.
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews