Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Insiden terbakarnya Lapas Kelas 1 Tangerang yang mengakibatkan 44 narapidana meninggal membuat berbagai pihak prihatin dan berduka cita, tak terkecuali Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang.
Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Tengku Iwan Jayasyah pun mengungkapkan rasa prihatinnya dan turut mengucapkan berlangsungkawa sedalam-dalamnya atas insiden yang terjadi pada Rabu 8 September 2021 itu.
“Semoga para keluarga korban diberikan kesabaran,” ungkap Tengku, Jumat 10 September 2021.
Selain itu, Tengku juga menyoroti terkait kelayakan jumlah tahanan yang mungkin perlu dievaluasi karena kelebihan kapasitas.
“Keluhan tentang over capacity ini kan sudah lama kita dengar, mungkin ke depan perlu dievaluasi tentang kelayakan jumlah tahanannya, agar potensi bahaya bisa diminimalisir,” katanya.
Seperti diketahui, insiden kebakaran itu terjadi di Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang itu terjadi pukul 01.45 WIB pada Rabu 8 September 2021. Insiden ini menewaskan 44 orang narapidana, sementara puluhan korban lainnya luka-luka.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGSekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama sektor industri terus berupaya menekan angka pengangguran terbuka melalui pengembangan pendidikan vokasi dan penguatan kompetensi tenaga kerja.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews