Connect With Us

Tawuran Pelajar di Kali Sabi Tangerang, Dua Diamankan Petugas Keamanan Pabrik

Tim TangerangNews.com | Selasa, 18 Januari 2022 | 18:30

Kedua pelajar menggenggam sebilah senjata tajam jenis celurit diamankan masyarakat setempat. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Kenakalan pelajar di Kota Tangerang terus terjadi. Peristiwa tawuran kembali terulang di Kali Sabi, Uwung Jaya, Kota Tangerang pada Selasa 18 Januari 2022 sekitar pukul 14.00 siang tadi. 

Tampak para pelajar seperti tak memikirkan masa depan mereka.  Tak pelak, masyarakat sekitar yang khawatir dengan seringnya kejadian tersebut menyatakan, jika mereka sama sekali tak terpelajar serta tak menghiraukan motto kota ini yang dinyatakan akhlakul karimah. 

“Masyarakat yang kesal akhirnya berhasil mengamankan dua orang pelajar yang membawa senjata tajam berupa celurit. Dua orang tersebut diamankan petugas keamanan pabrik di sekitar,” terang Muhammad kepada TangerangNews, hari ini. 

Sebelumnya pada Sabtu 11 Desember 2021 lalu, satu orang pelajar SMPN 15 telah diamankan petugas di Jalan Prabu Kian Santang , Jatiuwung, Kota Tangerang. Saat ditangkap, petugas yang menyita tas pelajar tersebut menemukan celurit.

NASIONAL
Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Putuskan Tarif Listrik PLN Tidak Naik hingga September 2026

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Putuskan Tarif Listrik PLN Tidak Naik hingga September 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 21:48

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif listrik PT PLN (Persero) untuk periode Juli hingga September 2026 tetap berlaku tanpa kenaikan.

PROPERTI
Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:29

Pengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill