Connect With Us

Komisi V DPR RI Tinjau Proyek SPAM di Kota Tangerang, 50 Ribu KK Bakal Tersalurkan Air Bersih

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 3 Juni 2022 | 15:37

Komisi V DPR RI meninjau proyek SPAM di Jalan Dr Sitanala Neglasari, Kota Tangerang, Jumat 3 Juni 2022. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Rombongan anggota Komisi V DPR RI meninjau proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sitanala 500 liter per detik di Jalan Dr Sitanala, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Jumat 3 Juni 2022.

Dalam kunjungan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae ini, rombongan menerima penjelasan, dan berdialog dengan pihak Kementerian PUPR. Kemudian, rombongan juga meninjau pelaksanaan proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA).

"Kedatangan kami di sini pada kegiatan pembangunan SPAM Sitanala untuk mengetahui progres pekerjaan proyek, ruang lingkup pekerjaan, capaian dan pemanfaatan pelayanan masyarakat terhadap air bersih, serta permasalahan di lapangan dan tindak lanjut permasalahan pada pembangunan SPAM Sitanala," ujarnya..

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Banten Kementerian PUPR Yoza Habibie mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih melakukan pengerjaan proyek sesuai rencana, yakni membangun IPA 500 liter per detik di Sitanala yang ditarget rampung pada November 2022.

Menurut Yoza, pembangunan IPA 500 liter per detik saat ini masih berada ditahap pertama, bahwa progresnya sudah mencapai 46 persen.

Adapun jika pembangunannya sudah selesai, IPA Sitanala ini akan diserahkan pelayanannya kepada Perumda Tirta Benteng, untuk memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat di kawasan zona dua Kota Tangerang dengan perkiraan 50 ribu keluarga.

Namun Yoza menilai jumlah volume tersebut masih kurang dari idealnya 1.000 liter per detik. Karena itu, diharapkan Komisi V DPR RI bisa memfasilitasi Kementerian PUPR untuk menambah pembangunan volume debitnya.

"Tadi juga sudah disampaikan bahwa kebutuhan itu sebenarnya 1.000 liter per detik. Mudah-mudahan Komisi V bisa memfasilitasi membantu 500 liter per detik lagi. Sehingga seluruh kebutuhan masyarakat prediksi ke depan, masyarakat untuk Kota Tangerang ini bisa tercapai," jelasnya.

Direktorat Jenderal Cipta Karya yang diwakili oleh Direktur Air Minum Kementerian PUPR Anang Muchlis menambahkan, pengembangan SPAM Kota Tangerang terbagi menjadi tiga zona untuk 13 kecamatan berbeda.

"Pembangunan IPA Sitanala ini direncanakan dapat memenuhi akses pelayanan air minum untuk wilayah di zona 2 dengan sambungan langganan sebanyak 39.969, yakni Karawaci, Cibodas, Jatiuwung, dan Periuk," jelasnya.

Wali Kota Tangerang Arief menuturkan, adanya pembangunan IPA Sitanala ini sudah cukup membantu Pemerintah Kota Tangerang dalam menyuplai air bersih kepada masyarakat Kota Tangerang.

"Kami apresiasi atas kunjungan Komisi V DPR RI memantau langsung, karena memang ini program pemerintah pusat membantu masyarakat Kota Tangerang. Mudah-mudahan ini menjadi semangat bagi pemerintah kota melalui PDAM, untuk bisa memberikan akses air bersih yang lebih baik bagi masyarakat," pungkasnya.

KAB. TANGERANG
Kelalaian SOP Picu Pencemaran Udara, Aktivitas Pabrik Peleburan Timah di Curug Distop Sementara

Kelalaian SOP Picu Pencemaran Udara, Aktivitas Pabrik Peleburan Timah di Curug Distop Sementara

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:53

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang menyebut pencemaran udara berupaya kepulan asap yang ditimbulkan perusahaan NFU di Desa Kadu, Kecamatan Curug, akibat kesalahan Standar Operasional Prosedur (SOP)

NASIONAL
BPJS Kesehatan Masih Tunggu Keputusan Pemerintah Soal Pemutihan Tunggakan Rp14 Triliun

BPJS Kesehatan Masih Tunggu Keputusan Pemerintah Soal Pemutihan Tunggakan Rp14 Triliun

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:44

Rencana penghapusan tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang nilainya mencapai Rp14 triliun hingga kini masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah.

BANTEN
Cuaca di Banten Makin Panas, BMKG Sebut Mulai Masuki Musim Kemarau

Cuaca di Banten Makin Panas, BMKG Sebut Mulai Masuki Musim Kemarau

Rabu, 10 Juni 2026 | 05:39

Masyarakat Banten belakangan merasakan suhu udara yang lebih panas dari biasanya. Kondisi tersebut ternyata berkaitan dengan peralihan musim yang sedang berlangsung di wilayah Banten.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill