ARYADUTA Country Club Gelar Tennis Coaching Clinic Digelar, Peserta Bisa Belajar Langsung dari Pelatih Internasional Coach Wibowo
Jumat, 4 September 2026 | 12:17
ARYADUTA Country Club akan menggelar Tennis Coaching Clinic pada 26–27 September 2026.
TANGERANGNEWS.com-Sesosok mayat laki-laki tanpa busana ditemukan di Sungai Cisadane, Jalan Kalipasir dekat pemukiman Kampung Bekelir, Kota Tangerang, Kamis 23 Juni 2022 sore.
Mayat tanpa identitas yang diperkirakan berusia 30 tahun itu membuat geger masyarakat sekitar.
"Kita menemukan mayat laki-laki di bawah Jembatan UNIS, langsung kita evakuasi menuju dermaga Kampung Bekelir. Indentitas belum tahu, karena saat ditemukan tanpa busana," ujar Ali Akbar, saksi mata.
Awaalnya, masyarakat melihat sesosok mayat ini mengambang di Sungai Cisadane dari Jembatan Merah.
Kemudian, mayat ini berhasil dievakuasi para atlet arum jeram dan Tagana Kota Tangerang yang kebetulan sedang latihan.
"Kita temukan pukul setengah lima. Sambil dayung menuju dermaga kita koordinasi dengan PMI untuk membawa mayat ke RSUD Kabupaten Tangerang," jelas Ali.
Kini jasad mayat tersebut telah dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk dilakukan pemeriksaan.

"Saat ditemukan ada luka bagian tempurung kepala, kemungkinan itu bisa benturan dari air. Perkiraan meninggal semalam, belum ada bau-bau busuk," katanya.
Kanit Reskrim Polsek Tangerang AKP Imron mengatakan, pihaknya jika ada masyarakat yang kehilangan anggota keluarga silakan menghubungi Kepolisian.
"Untuk keluarga yang merasa kehilangan silakan hubungi Polsek Benteng (Tangerang) atau RSUD Kabupaten Tangerang. (Tanda-tanda kekerasan) sedang kita cek," pungkasnya.
ARYADUTA Country Club akan menggelar Tennis Coaching Clinic pada 26–27 September 2026.
TODAY TAGPasar rumah tapak di kawasan Jabodetabek menunjukkan daya tahan yang positif sepanjang tahun 2026. Berdasarkan riset Leads Property, penjualan rumah tapak di wilayah ini mencapai 2.585 unit pada kuartal II 2026
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews