Connect With Us

Persikota Tangerang Hormati Keputusan Penghentian Kompetisi Buntut Tragedi Kanjuruhan

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 5 Oktober 2022 | 20:01

Pemain Persikota Tangerang saat selebrasi setelah mencetak gol ke arah gawang lawan. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Manager Persikota Tangerang Mahdiar mengatakan, pihaknya menghormati keputusan penghentian sementara kompetisi Liga 3 Banten 2022 terkait tragedi Kanjuruhan Malang.

"Kita sudah terima surat resmi dan pemberitahuan dari Asprov untuk penghentian sementara lanjutan kompetisi Liga 3 Indonesia 2022 wilayah Banten," kata Mahdiar dilansir dari Antara, Rabu, 5 Oktober 2022.

Mahdiar menuturkan, manajemen dan pemain Persikota akan rapat bersama untuk menyikapi keputusan penundaan pertandingan tersebut.

"Kita akan menjaga fisik pemain selama proses penghentian sementara kompetisi ini. Sebab kita sudah main dua kali dan berhasil meraih kemenangan," tuturnya.

Ia juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa di Kanjuruhan Malang dan berharap menjadi pelajaran bagi semua pihak agar insiden semacam ini tak terulang.

Sebagai informasi, Persikota Tangerang berlaga dalam Liga 3 Banten 2022 dan masuk dalam grup C bersama Persic, Persipan, Kenekes FC dan Putra Tangerang FC.

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

OPINI
Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:37

Ramadan 1447 Hijriah (2026) baru saja membasuh spiritualitas kita, namun ia menyisakan residu kegelisahan yang melampaui urusan ibadah. Di tengah gema takbir yang bersahutan, publik disuguhi tontonan otoritas keagamaan yang tak lagi sekadar memandu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill