Sudah 6 Hari Terbakar, Hujan Buatan untuk TPA Jatiwaringin Malah Tertunda Akibat Hal Ini
Minggu, 5 Juli 2026 | 19:50
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) harus ditunda kembali.
TANGERANGNEWS.com-Polsek Jatiuwung, Polres Metro Tangerang Kota menyantuni puluhan anak yatim-piatu pada Sabtu, 22 Oktober 2022 malam.
Selain dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2022, kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi tiga pilar bersama awak media.
Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid At-Taubah Polsek Jatiuwung, Kota Tangerang.
Adapun kegiatan diawali dengan salat Maghrib berjamaah, doa bersama, dan santunan anak yatim-piatu.
Kapolsek Jatiuwung AKP Stanlly Soselisa mengatakan, kegiatan ini sudah direncanakan untuk silaturahmi tiga pilar dan bersama para awak media.
“Untuk santunan anak yatim-piatu ini kurang lebih 20 orang. Santunan upaya saling membantu meringankan beban kepada adik-adik yatim,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga merupakan ajang silaturahmi dan wujud meningkatkan sinergitas tiga pilar yakni Polsek Jatiuwung, Koramil Jatiuwung, pihak Kecamatan yakni Jatiuwung, Cibodas dan Periuk, serta dengan Pokja Wartawan Harian Tangerang Raya.
Ia mengatakan silaturahmi tersebut sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo, Kapolri, Kapolda, dan Kapolres untuk penguatan soliditas internal dan eksternal.
“Mungkin ada yang melalui olahraga bersama, dan untuk Polsek Jatiuwung sendiri kita melakukan ibadah atau salat berjamaah untuk membangkitkan soliditas TNI, Polri, masyarakat, media dan pemerintah,” katanya.
Plt Camat Cibodas Maryono Hasan menyampaikan apresiasinya kepada Polsek Jatiuwung yang telah menggelar kegiatan santunan dan silaturahmi tiga pilar bersama awak media.
“Mudah-mudahan bisa berlanjut ke tempat lain baik di Kecamatan Cibodas maupun di Periuk,” pungkasnya.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) harus ditunda kembali.
TODAY TAGDalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
Tren pernikahan di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, mengalami pergeseran yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews