Connect With Us

Viral, Penjaga Parkir di Ciledug Tangerang Enggan Dibayar Pakai Uang Recehan

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 24 Februari 2023 | 16:00

Tangkapan layar video petugas penjaga loket parkir menolak dibayar menggunakan uang recehan di Pasar Saraswati, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Beredar video yang memperlihatkan seorang penjaga loket kasir parkir perempuan di Pasar Saraswati, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, enggan dibayar menggunakan sejumlah uang logam recehan.

Melansir dari akun TikTok @mesin.story, peristiwa tersebut terjadi pada 22 Februari 2023, sekitar pukul 6.30 WIB, seperti dikutip, Jumat 24 Februari 2023.

Perekam video yang hendak keluar dari lokasi pasar usai berbelanja sayuran, kemudian mengeluarkan uang sebesar seribu rupiah dan sejumlah uang logam recehan berjumlah dua ribu rupiah untuk membayar tarif parkir, namun penjaga loket parkir tersebut menolak.

"Nih, mbaknya yang menolak kalau dibayar pakai recehan, ya," ujar perekam video.

Penjaga loket parkir tersebut beralasan, banyak orang yang tidak mau menerima uang kembalian dalam bentuk logam recehan, sehingga ia pun menolak pembayaran dari si perekam video.

"Kalau nggak itu (uang kertas), yang lain pada nggak mau dikembalikan pakai ini (koin recehan)," kata penjaga loket parkir.

Si perekam video pun tetap bersikukuh bahwa uang yang ia gunakan masih berlaku dan dapat digunakan untuk transaksi.

"Enggak mau, itu duit masih berlaku, duit nasional Republik Indonesia, ya mbak. Anda yang menolak, ya mbak," ucap perekam video.

Unggahan video tersebut pun viral dan telah ditonton sebanyak 2,3 juta kali di media sosial TikTok dengan jumlah 34,8 ribu disukai serta 6,2 ribu komentar dari warganet.

Menurut warganet, uang dalam bentuk logam recehan memang kebanyakan sudah enggan diterima masyarakat meski statusnya masih berlaku.

"Tapi emng dimana2 juga banyak yg ngg mau. Pedagang pun ngga mau loh, kecuali alfa / indomaret," tulis warganet.

"di tempatku cuma Terima logam 500 sama 1000, logam 100 sama 200 nggak ada warung yang mau nerima lagi," kata warganet.

Padahal, warganet lainnya mengatakan bahwa menolak uang yang masih berlaku dapat dikenakan pidana.

"nolak mata uang yang masih berlaku bisa kena pidana," tutur warganet

"banyak yg nolak koin 200 & 100. yg nolak uang baru 75rb jg banyak. kurang edukasi aja sih," timpal warganet.

Sebagai informasi, penggunakan uang koin telah diatur dalam Pasal 33 ayat (2) UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dikatakan bahwa pihak yang menolak transaksi menggunakan rupiah dalam bentuk apa pun diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun penjara dan denda paling banyak Rp 200 juta. 

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

SPORT
Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Kamis, 24 September 2026 | 12:35

Persaingan klasemen medali Asian Games 2026 terus berubah seiring bertambahnya nomor pertandingan. Hingga Kamis 24 September 2026, Indonesia masih belum meraih medali emas dan berada di peringkat ke-23.

BANTEN
PLN Banten Selatan Ajak Dialog dengan Pelanggan, Bahas Kebutuhan Listrik untuk Dukung Pertumbuhan Usaha

PLN Banten Selatan Ajak Dialog dengan Pelanggan, Bahas Kebutuhan Listrik untuk Dukung Pertumbuhan Usaha

Sabtu, 26 September 2026 | 10:16

PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banten Selatan mempertemukan pelanggan dan jajaran PLN dalam Customer Partnership Forum 2026 di Lebak, Jumat 25 September 2026.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill