Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Kedatangan bulan suci Ramadan telah ditunggu-tunggu masyarakat kebanyakan. Berbagai semarak kegiatan untuk menyambut kedatangannya telah terlihat mulai bermunculan.
Salah satunya, Parade Seni Budaya yang diselenggarakan Forum Organisasi Kepemudaan Masyarakat (OKP) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) se-Kecamatan Pinang, di Halaman Kantor Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, pada Minggu 12 Maret 2023.
Ketua Pelaksana Parade Seni Budaya Saipul Basri menuturkan, kegiatan yang diselenggarakan seharian penuh ini merupakan inisatif kolektif dari setiap OKP dan Ormas yang ada di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
Bersama-sama mewujudkan kesatuan dan keharmonisan antar kelompok, Parade Seni Budaya ini berisi berbagai kegiatan yang bermanfaat, seperti kirab seni budaya, santunan yatim dan dhuafa, pagelaran seni dan budaya, serta bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kegiatan ini merupakan bentuk silaturrahmi akbar, kurang lebih ada 36 OKP dan Ormas yang berkumpul. Selain silaturrahmi, ada gebay budaya, ada kegiatan sosial, seperti santunan yatim dan dhuafa yang berkisar sampai 300 orang,” ungkapnya.
Parade Seni Budaya ini merupakan kali pertama sejak Forum OKP dan Ormas se-Kecamatan Pinang dideklarasikan pada tahun kemarin.
Dinilai sebagai kegiatan yang kaya manfaat, Parade Seni Budaya akan direncanakan untuk diselenggarakan sebagai ajang tahunan. Lebih jauh, akan dikembangkan untuk bertransformasi sebagai pekan raya masyarakat dalam tajuk “Pinang Expo” kedepannya.
“Harapannya, untuk kedepannya kegiatan ini mampu didorong semua elemen, khususnya Pemerintah Kecamatan Pinang untuk menjadi lebih besar, Pinang Expo semisal. Jadi kegiatan lebih besar, lebih menyeluruh, merangkul lebih banyak, dan memberikan manfaat jauh lebih luas dari sekarang,” ujar Saipul.
Selain itu, Parade Seni Budaya ini juga berhasil meraih atensi dan apresiasi yang luar biasa dari banyak kalangan. Hal ini diungkapkan Camat Pinang, Syarifudin Harja Winata.

Menurutnya kegiatan seperti ini merupakan sesuatu yang harus terus dilestarikan.
Ia pun mengimbau selain merawat kebudayaan lokal dan menggerakkan perekonomian lokal, kegiatan seperti ini mampu menjadi bentuk kampanye konkrit mengenai komitmen kedamaian, kesatuan, keharmonisan.
Selain itu juga semangat gotong royong di tingkatan masyarakat akar rumput, terutama para penggerak OKP dan Ormas.
"Melalui kegiatan seperti ini akan melahirkan kerukunan dan kebersamaan di masyarakat luas. Mengingat, ini semua penting sebagai tulang punggung keamanan, ketertiban, dan pembangunan di Kecamatan Pinang, terlebih di bulan Ramadan mendatang,” tambahnya.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Gubernur Banten Andra Soni mendorong Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung untuk menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah di sektor pariwisata.
Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews